Pandangan Islam Tentang Orang yang Meminta-Minta

131 views Leave a comment
pengemis

Dailymoslem – Apa yang pertama kali terlintas di pikiran anda saat melihat pengemis atau peminta-minta? Mungkin yang terpikir adalah rasa kasihan dan niat untuk bersedekah pada orang tersebut.

Lalu, bagaimana pandangan Islam sendiri mengenai orang yang meminta-minta atau pengemis? Apakah Islam membolehkan seseorang untuk menyerah pada keadaan dan hanya berharap belas kasihan orang lain?

Kisah yang dituturkan Anas bin Malik tentang lelaki Anshar yang menemui Rasulullah ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

Dari Anas bin Malik ra bahwa ada seorang lelaki Anshar datang menemui Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan dia meminta sesuatu kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasalam. Nabi pun bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?”

Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk minum air.”

Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berkata,”Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Nabi pun bertanya, ”Siapa yang mau membeli barang ini?”

Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi saw bertanya lagi, ”Ada yang mau membelinya dengan harga lebih?” Nabi saw menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.”

Maka Nabi shallahu ‘alaihi wasalam memberikan dua barang itu kepadanya dan mengambil uang dua dirham itu serta memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut seraya bersabda,“Belilah makanan seharga satu dirham dengan uang itu, dan berikanlah kepada keluargamu. Dan sisanya belilah sebuah kapak dengan satu dirham, dan bawa kapak itu kepadaku!”

Ia pun melakukan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah memasang gagang pada kapak tersebut dengan tangannya kemudian bersabda, “Pergilah dan carilah kayu bakar, lalu juallah. Jangan kembali kepadaku setelah lima belas hari.”

Lelaki Anshar itu pun melaksanakan perintah nabi kemudian datang lagi dengan membawa sepuluh dirham. Sebagian hasilnya ia belikan baju dan sebagian lagi ia belikan makanan.

Rasulullah bersabda kepadanya, “Usaha itu lebih baik bagimu daripada engkau datang dengan noda hitam di wajahmu pada hari Kiamat disebabkan meminta-minta. Meminta-minta hanya boleh bagi tiga macam orang (yaitu): orang yang sangat fakir, orang yang terkena denda yang sangat berat, atau orang yang dibebani diyat (tebusan) yang menyulitkan.” (Takhrij Imam Ibnu Hajar al-Asqalani r.hu, Kitâb Targhib wa Tarhib, hadits nomor 240).

Kesimpulannya, Islampun mengajarkan kita untuk berbagi dan memberi pada saudara-saudara kita yang membutuhkan, karena segala sesuatu tentu akan lebih nikmat saat dinikmati bersama-sama, namun bukan berarti kita terus memanjakannya dengan pemberian. Yang dilakukan Rasulullah adalah mengajari lelaki Anshar tersebut untuk dapat menghasilkan uang dari hal apapun yang bisa dikerjakannya. Insha Allah.

(Visited 315 times, 1 visits today)