Bedanya Puasa Dzulhijjah, Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah Di Bulan Dzulhijjah

1135 views Leave a comment
Bedanya Puasa Dzulhijjah, Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah Di Bulan Dzulhijjah

Dailymoslem – Dalam kalender Hijriyah, bulan Dzulhijjah merupakan salahs atu bulan istimewa karena merupakan bulannya para jema’ah haji menunaikan ibadah haji di Mekkah dan Madinah.

Selain itu, mereka yang belum mampu berhaji juga bisa melakukan berbagai ibadah lainnya yang keutamaannya tak kalah besar. Di antaranya adalah puasa Dzulhijjah, puasa Arafah dan puasa Tarwiyyah yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah.

Apa saja bedanya dan apa keutamannya?

Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilakukan sejak pada tanggal 1 Dzulhijjah hingga tanggal 7 Dzulhijjah. Adapun niat untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah adalah:

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjah sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya puasa bulan Dzulhijjah Sunnah karena Allah Ta’ala

Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri di setiap harinya seperti:

Tanggal 1 Dzulhijjah, Allah mengampuni Nabi Adam di Arafah, maka yang berpuasa di hari inipun akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah, Allah mengabulkan doa Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari ini sama seperti beribadan dan berpuasa 1 tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah, Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dikabulkan do’anya.

Tanggal 4 Dzulhijjah, Nabi Isa dilahirkan, Maka orang yang berpuasa di hari ini akan dihilangkan kesusahan dan juga dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah, Nabi Musa dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari ini akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah, Allah membukakan pintu kebaikan semua Nabi, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah, pintu neraka jahannam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari ini akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

Puasa Tarwiyah 

Puasa Tarwiyah dilakukan berkelanjutan dengan puasa Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah. Adapun niat untuk berpuasa Tarwiyah adalah:

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya berpuasa Tarwiyah Sunnah karena Allah Ta’ala

Keutamaan puasa Tarwiyah adalah dapat menghapuskan dosa selama satu tahun. Sebuah hadist mengatakan:

“Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama setahun dan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama dua tahun.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Abdullah Ibnu Abbas secara marfu’. Diriwayatkan pula oleh Ad Dailami di dalam kitab Musnad Al Firdaus (2/248) dari jalur Abu Asy Syaikh dari Ali bin Ali Al Himyari dari Al Kalbi dari Abu Shalih dari Abdullah bin Abbas.

Puasa Arafah 

Terakhr adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan para jema’ah haji. Adapun niat untuk berpuasa Arafah adalah:

“Nawaitu Sahauma Arafata Sunnatan lillahita’aala” Artinya Niat saya puasa Arafah sunnah karena Allah ta’ala.

Keutamaan dari puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yaitu setahun kebelakang dan setahun kedepan.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Subhanallah. Semoga kita selalu termasuk ke dalam hamba-hambaNya yang beramal sholeh. Aamiin.

(Visited 376 times, 1 visits today)