6 Cara Menyembuhkan Sakit Hati ala Rasulullah

155 views Leave a comment
6 Cara Menyembuhkan Sakit Hati ala Rasulullah

Dailymoslem – Setiap orang punya reaksinya sendiri-sendiri setiap mengalami sakit hati. Ada yang meluapkannya menjadi emosi yang meluap-luap, ada juga yang lebih suka memendamnya sendiri di dalam hati. Namun, hal ini bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Salam juga memiliki cara tersendiri untuk menyembuhkan sakit hati dengan cara yang lembut tanpa meninggalkan kebencian pada orang lain maupun pada diri sendiri.

Muhasabah Diri

Saat kita merasa sakit hati atas perkataan atau perbuatan orang lain, cobalah untuk mengintropeksi diri kita terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain. Siapa tahu, orang yang membuat kita sakit hati tersebut justru mengingatkan kita untuk menjadi lebih baik dan terus mempernaiki diri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Menjauhkan Diri Dari Sifat Iri Hati dan Dengki

Perasaan iri hati dan dengkin juga bisa menjadi salah satu faktor munculnya rasa sakit hati di dalam diri kita. Karena kebencian pada orang lain dan keinginan untuk menjadi seperti orang lain, kita jadi merasakan sakit hati. Bukannya memelihara iri dan dengki hanya akan menyakiti diri kita sendiri?

Rasulullah Bersabda:

“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Menjauhkan Diri Dari Sifat Amarah dan Keras Hati

Rasa amarah dan keras hati adalah hal yang bisa membuat rasa sakit hati terus tertahan di dalam diri dan menjadi penyakit. Amarah juga bisa membaut orang bertindak tanpa memikirkan baik-buruknya karena terbawa nafsu. Berpikirlah jernih dan atasi amarah dengan berwudhu dan beribadah.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahawa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”

Melatih Sikap Pemaaf

Jika kita tidak memiliki sikap pemaaf, maka rasa sakit hati akan terus berubah menjadi dendam yang akan membuat kita bertindak tanpa berpikir dulu.

Untuk memupuk rasa pemaaf, yakinkanlah bahwa diri kita ini bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa, kecuali atas kekuatan dari Allah. Maafkan diri kita sendiri sebelum memaafkan orang lain.

Rasulullah bersabda,

“Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, nescaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan bergaulah dengan manusia lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).

Berhusnudzon (Berprasangka Baik)

Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12).

Perasaan sakit mungkin muncul karena kita memiliki anggapan buruk terhadap orang yang menyakiti hati kita tersebut. Cobalah untuk berprasangka baik, bahwa ia tidak bermaksud melakukan hal tersebut untuk menyakiti kita. Rasulullah juga selalu berprasangka baik pada orang-orang yang memusuhi dan mendzaliminya.

Mengikhlaskan Diri

Sikap satu ini memang sangat indah didengar, tapi sungguh sulit dipraktekkan. Orang yang ikhlas akan meniatkan segala yang ia kerjakan kepada Allah, ia mengikhlaskan dirinya sendiripun milik Allah. Maka, ia tidak akan berharap terlalu banyak pada hal duniawi. Jika diberi kenikmatan, ia akan bersyukur dan jika diberi cobaan, ia akan ikhlas.

Itulah 6 penawar rasa sakit hati yang diajarkan oleh Rasulullah, orang yang hatinya paling bersih sehingga ia dipilih menjadi Nabi penutup umat Islam. Subhanallah.

(Visited 839 times, 1 visits today)