Stop Lakukan Ini dengan Alasan Mendidik Anak

1115 views

dailymoslem-Anak adalah sebuah anugrah paling berharga yang dititipkan oleh Tuhan. Bukan hanya wujud fisik yang diwariskan orang tua pada anak, tapi juga karakter dan prilaku. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah tersebut tepat menggambarkan bahwa perilaku anak tak akan jauh berbeda dengan prilaku orang tuanya. Oleh karena itu sebagai orang tua kita diwajibkan mendidik anak dan menjadi suri tauladan yang baik, agar anak yang di titipkan oleh Allah menjadi penolong di akhirat kelak.

Salah satu cara mendidik anak tentu saja melalui perantara lisan. Diharapkan dengan semakin lembut dan baik bahasa yang digunakan, akan semakin baik juga karakter anak di masa depan. Sayangnya, ketika emosi memuncak sebagian dari orang tua kesulitan untuk memilah kata-kata yang kurang tepat dilontarkan pada anak. Padahal pemilihan kata tersebut sangat berpengaruh besar pada perkembangan diri dan psikologis anak. Anak akan menjadi seperti apa yang dikatakan terhadap dirinya. Oleh karena itu sebagai orang tua yang menjadi pendidik pertama dan utama akan lebih baik jika tidak mengatakan beberapa kalimat berikut ini.

Menghindari anak dengan ucapan yang kasar

Ada beberapa waktu yang mungkin anda sebagai orang tua dihadapkan pada pekerjaan yang menyita banyak waktu hingga harus dibawa dan dikerjakan dirumah. Atau ketika anda sedang tenggelam dalam hobi yang membutuhkan ketenangan. Namun tiba-tiba anak anda meminta bantuan yang bisa jadi mengganggu konsentrasi dan kesenangan anda, sehingga anda membentak atau berteriak pada anak untuk tidak mengganggu anda.

Suatu hal yang wajar jika anda merasa terganggu ketika konsentrasi atau kesenangan anda terusik, namun sebagai orang tua seharusnya anda dapat menahan agar tidak egois. Orang yang paling dekat dengan anak adalah anda sendiri. Jika anda melakukan hal tersebut, anak akan merasa tidak berarti sehingga akan membuat jarak dengan anda.

Membanding-bandingkan anak

Sama seperti orang dewasa, merasa di banding-bandingkan bukanlah hal yang ingin anak dengar dan rasakan. Mebanding-bandingkan anak dengan anak lain yang memiliki kemampuan lebih akan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Apalagi jika dibandingkan dengan saudara kandung sendiri, anak akan merasa rendah diri setiap kali melihat kakak atau adiknya yang lebih baik sehingga menjadikannya tidak dekat atau bahkan tidak betah tinggal dirumah.

Berikan dorongan semangat untuk melakukan hal yang lebih baik, atau berikan bantuan yang bersifat mendidik. Bukan menyuapi dan membiarkan anak ketergantungan pada anda.

Mengatakan hal negatif  tentang diri anak

Kata-kata orang tua bisa menjadi doa untuk anak-anaknya. Akan sangat mengerikan dan menyedihkan jika orang tua sendiri mengatakan hal negatif tentang diri kita. Misalnya “Kamu ko bodoh banget” atau “Udah gendut males lagi”. Meskipun anak masih kecil, namun daya ingatnya lebih tinggi dari orang dewasa. Jadi perkataan-perkataan tersebut dimungkinkan akan teringat hingga si anak dewasa.

Lebih baik anda menggunakan kalimat lain yang tidak akan menyinggung atau menyakitinya. Misalnya jika anak tidak pandai dalam suatu pelajaran dan mendapatkan nilai yang buruk, cobalah untuk memotivasi atau menyemangatinya dengan mengatakan bahwa jika belajar lebih rajin kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik bahkan bisa mengalahkan teman yang paling hebat dikelas. Selain bisa meningkatkan semangatnya, anda juga tidak membuat anak membenci anda karena menyakiti perasaannya.

Memarahi anak untuk tidak menangis

Menangis bagi anak adalah salah satu bentuk protes atas suatu hal yang tidak ia sukai atau sebagai suatu bentuk permintaan tolong karena merasakan sesuatu yang tidak nyaman atau tidak dapat menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, memarahi anak untuk segera menghentikan tangisannya adalah sesuatu yang tidak tepat. Bukan hanya menambah beban psikologis anak namun menjadikan anak takut pada anda.

Sebaiknya, anda menanggapinya dengan meminta anak untuk menjelaskan apa yang membuat mereka sedih. Selain anda dapat mengetahui penyebab anak sedih dan menangis, anda juga mengajarkan anak untuk bercerita dan berbicara jujur, bahkan mengajari anak untuk berempati pada orang lain. Berikan pelukan atau kalimat yang bisa menenangkan anak anda.

Membesar-besarkan atau terlalu mudah memberikan pujian

Terlalu mudah memberikan pujian akan menjadikan anak selalu haus akan pujian. Memang pada dasarnya anak-anak senang memamerkan apapun yang dimiliki dan yang telah dibuatnya. Bukan hal yang salah jika anda memberikan pujian atas apa yang telah anak lakukan, namun ada baiknya jika tidak terlalu membesar-besarkan pujian anda. Karena secara naluriah anak bisa mengetahui apa yang dikerjakannya tidak terlalu baik atau tidak sebagus yang diucapkan orang tua.

Pujilah anak dengan cara yang benar dan berfokus pada kerja keras yang telah dilakukannya. Bukan pada hasil yang didapatkannya. Hal ini menghindarkan anak untuk tidak melakukan hal yang tidak terpuji hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus.

(Visited 1,300 times, 1 visits today)