Pandangan Islam Tentang Resepsi Pernikahan

4614 views
Cara Mengatur Biaya Pernikahan buat Kamu yang Ingin Jadi Wedding Organizer untuk Pernikahanmu Sendiri

Dailymoslem– Menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang dapat menyempurnakan agama. Seorang muslim apabila telah baligh dan mampu untik menikah, maka disarankan untuk segera menikah.

Lalu, bagaimana dengan resepsi pernikahan, atau pesta yang biasanya diadakan setelah akad nikah? Apakah Islam juga menyarankan untuk mengadakan resepsi?

Pernikahan sejatinya dilakukan untuk menghindari fitnah. Sedangkan resepsi atau mengundang kerabat dan saudara juga dilakukan untuk memberi kabar gembira tersebut pada kerabat dan keluarga. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa acara resepsi ada hubungannya dengan tujuan menikah dalam Islam, yaitu mengabarkan pada kerabat dan keluarga.

Lalu, bagaimana dengan besarnya biaya resepsi yang seringkali membuat orang menunda pernikahan?

Dalam kasus seperti ini, sebaiknya kita kembali pada esensi utama mengadakan resepsi, yaitu memberi kabar gembira pada keluarga dan kerabat tentang pernikahan kita. Satu hal yang wajib dalam mengadakan resepsi adalah jamuan para tamu. Islam tidak menyarankan untuk emngadakan pesta besar-besaran, tapi hanya jamuan untuk para tamu yang kita undang.

Rasulullah SAW melihat hiasan kekuning-kuningan di tubuh Abdurahman bin Auf, lalu bertanya, Apa ini? Ia menjawab, “aku telah menikah dengan seorang wanita dengan mahar sebiji emas.” Rasulullah SAW bersabda, “mudah-mudahan Allah memberkatimu. Buatlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing.” (H.R.Jama’ah)

(Baca juga: Makna Dibalik Mahar Seperangkat Alat Sholat)

Rasulullah Sallahu ‘Alaihi wa Salam juga menyarankan kita untuk menyamaratakan semua keluarga dan kerabat yang kita undang. Sebaiknya kita tidak membedakan setiap undangan, apalagi sampai hanya mengundang kalangan tertentu saja yang diundang.

“Seburuk-buruknya makanan walimah, dimana yang diundang hanya orang kaya sementara untuk orang miskin dilarang.”

Selain itu, bagi mereka yang menerima undangan, Rasulullah juga mengharuskan untuk memenuhi undangan tersebut.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak memenuhi undangan, maka telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (H.R. Muslim)

 (Baca juga: Nikahlah Kalian, Meski dengan Mahar Cincin Dari Besi)

(Visited 2,195 times, 3 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]