Hati-Hati, 3 Tradisi Pernikahan Ini Sebenarnya Tidak Ada Dalam Islam

5982 views
tunangan

Dailymoslem – Pernikahan merupakan salah satu momen terbesar dalam hidup. Tak heran banyak orang yang merayakannya dengan cara berlebihan, melakukan berbagai perayaan dan simbol-simbol pengikatan dua hati.

Nah, bagi kita seorang muslim, kita harus berhati-hati karena ada beberapa tradisi pernikahan yang sangat umum dilakukan pasangan masa kini, tapi sebenarnya tidak ada dan tidak diajarkan dalam Islam.

Mau tahu apa saja? Yuk, intip di bawah ini.

Tukar Cincin atau Bertunangan

Dalam Islam tidak mengenal adanya tradisi tukar cincin atau bertunangan. Islam hanya mengenal proses taaruf sebagai proses pengenalan, kemudian proses hitbah atau melamar pada kedua orangtua si gadis oleh calon mempelai laki-laki dan kedua orangtuanya, kemudian proses akad nikah.

Foto Prewedding

Foto prewedding merupakan salah satu tradisi pernikahan yang paling populer belakangan ini. Apalagi dengan latar belakang pemandangan yang indah atau konsep yang menarik. Tradisi ini sendiri muncul karena banyak orang yang ingin mempermanis suasana pesta di pernikahan mereka dengan foto-foto romantis. Namun, tak jarang foto prawedding juga dilakukan dengan pose-pose yang sebenarnya belum boleh dilakukan oleh pasangan yang belum muhrim, misalnya bergandengan atau berpelukan.

(Baca juga: Pandangan Islam tentang Resepsi Pernikahan)

Sebaiknya pengambilan foto-foto romantis dilakukan setelah menikah, atau jika tetap ingin menggunakan foto prawedding, gunakan konsep yang se-kasual mungkin sehingga tidak ada pose-pose terlalu romantis yang belum boleh dilakukan oleh pasangan yang belum muhrim.

Meminta Syarat Dari Calon Mempelai yang Tidak Ada Tuntunannya

Ada beberapa tradisi pernikahan yang mengharuskan salah satu calon mempelai membayarkan uang yang jumlahnya ditentukan berdasarkan status sosial calon yang akan dinikahinya. Kita boleh saja mencari calon suami atau calon istri dengan syarat tertentu misalnya agama dan keturunannya baik, atau syarat yang lebih spesifik seperti hafal Al-Qur’an atau bisa membacakan surat tertentu di hari pernikahan, tapi tidak diperbolehkan meminta syarat kepada calon mempelai yang tidak ada tuntunannya.

(Baca juga: Rasul Bersabda, Nikahlah Kalian, Meski dengan Mahar Cincin dari Besi)

Hal ini bisa menyebabkan seseorang yang sudah memiliki niat untuk menikah menjadi dipersulit karena adanya syarat-syarat tertentu yang bersifat duniawi.

Subhanallah, sesungguhnya Islam tidak pernah menyulitkan kita untuk sebuah niat yang baik.

(Visited 17,976 times, 1 visits today)