Bolehkah Suami Minta Mahar Dikembalikan Jika Bercerai?

685 views Leave a comment
Pelajaran Dari Kisah Yuli, Seorang Wanita Yang Dibutakan Cinta

Dailymoslem – Mahar atau mas kawin merupakan pemberian dari calon suami kepada calon istri berdasarkan kemampuan suami dan juga kerelaan istri. Jumlah dari mahar tersebut biasanya disebutkan pada saat ijab kabul atau akad nikah.

Cara pemberian dari mahar itu sendiri juga bisa diberikan secara tunai pada saat akad nikah ataupun dihutang. Namun jumlah harus disebutkan dengan sehingga jelas jumlah mahar yang harus dibayar oleh suami terhadap istri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’ : 4)

Meski boleh digunakan sebagai harta bersama atau diberikan kepada suami berdasarkan kerelaan istri, namun tetap pada hakikatnya mahar tersebut adalah hak milik istri.

Lalu, bagaimana jika mereka bercerai? Apakah suami boleh meminta mahar yang telah ia berikan dikembalikan oleh istrinya?

Jika suami menjatuhkan thalaq kepada istrinya, maka sang istri tidak wajib untuk mengembalikan mahar tersebut karena mahar tersebut telah diberikan kepadanya dengan kerelaan.

Namun, sebuah hadits menunjukkan tentang istri Tsabit bin Qais yang mengembalikan mahar yang telah diberikan suaminya karena ia meminta thalaq terhadap suaminya.

Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu ‘Abbas RA:

“Sesungguhnya istri Tsabit bin Qais datang kepada Rasulullah SAW, ia berkata: “wahai Rasulullah, aku tidak mencelanya (Tsabit) dalam hal akhlaknya maupun agamanya, akan tetapi aku benci kekufuran (karena tidak mampu menunaikan kewajibannya) dalam Islam” Maka Rasulullah SAW berkata padanya: “Apakah kamu mengembalikan pada suamimu kebunnya? Wanita itu menjawab: iya. Maka Rasulullah SAW berkata kepada Tsabit: “terimalah kebun tersebut dan ceraikanlah ia 1 kali talak” (HR Bukhori, Nasa’y dan Ibnu Majah. Nailul Authar 6/246)

Pada dasarnya, mahar yang telah diberikan pada istri di saat akad nikah berarti mahar tersebut telah menjadi milik istri sebelum mereka menjadi suami-istri. Maka, istri tidak berkewajiban mengembalikan mahar tersebut jika suami men-thalak-nya.

(Visited 965 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS