7 Rahasia Rumah Tangga Harmonis Fatimah Az-Zahra dan Ali Bin Abi Thalib

756 views Leave a comment
7 Rahasia Rumah Tangga Harmonis Fatimah Az-Zahra dan Ali Bin Abi Thalib

Dailymoslem – Putri Rasulullah Fatimah Az-Zahra hidup sederhana dalm rumah tangganya bersama Ali bin Abi Thalib. Namun, Fatimah dan Ali memiliki kehidupan rumah tangga harmoinis yang diimpikan oleh seluruh umat Rasulullah di muka bumi ini.

Apakah rahasia harmonis rumah tangga Fatimah dan Ali? Berikut 7 tips rumah tangga harmonis Fatimah dan Ali yang dikutip dari ummi-online.com.

Mengerjakan Tugas Domestik Bersama

Dalam budaya orang Indonesia, banyak orang beranggapan bahwa mengerjakan pekerjaan rumah adalah tugas perempuan sebagai istri. Namun, Rasulullah dan menantunya Ali sesungguhnya mencontohkan untuk mengerjakan pekerjaan tugas domestik bersama-sama di rumah.

Mendoakan Tetangga dan Kaum Mukminin

Imam Shadiq meriwayatkan dari kakek-kakeknya bahwa Hasan bin Ali berkata, “Di setiap malam Jumat, ibuku beribadah hingga fajar menyingsing. Ketika ia mengangkat tangannya untuk berdoa, ia selalu berdoa untuk kepentingan orang lain dan ia tidak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Suatu hari aku bertanya kepadanya, ‘Ibu, mengapa kau tidak pernah berdoa untuk diri Anda sendiri sebagaimana kau mendoakan orang lain?’ ‘Tetangga harus didahulukan, wahai putraku,’ jawabnya singkat.”

Saling Menjaga Ketika Sakit dan Diuji

Pada suatu hari, ketika Fatimah sakit, Ali menggantikan semua tugas yang biasa dilakukan Fatimah, Ali juga menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan Fatimah.

“Beristirahatlah agar sakitmu segera hilang,” katanya kepada Fatimah.

“Aku telah cukup beristirahat, sampai-sampai aku malu apabila melihatmu mengerjakan tugas-tugas seorang ibu,” jawab Fatimah dengan suara lirih.

“Jangan pikirkan itu. Bagiku semua itu sangat menyenangkan. Lagipula, setelah engkau sembuh nanti, semua tugas, engkaulah yang akan mengerjakannya,” ujar Ali.

“Wahai istriku, adakah engkau menginginkan sesuatu?” tanya Ali dengan tiba-tiba.
Fatimah terdiam sebentar, kemudian berkata, “Sesungguhnya sudah beberapa hari ini aku menginginkan buah delima.”

“Baiklah, aku akan membawakannya untukmu dengan rezeki yang diberikan Allah kepadaku,” kata Ali sambil bersiap keluar rumah. Ali langsung menuju pasar meskipun dengan uang pas-pasan.

Saling Meminta Pendapat

Pada suatu kesempatan, Ali bertanya kepada Fatimah mengenai boleh tidaknya ia mendapatkan pembantu dari Rasulullah Saw. Ketika Fatimah datang ke rumah ayahnya, banyak tamu yang datang menemui beliau sehingga Fatimah tidak bisa mengutarakan maksudnya.

Keesokan harinya, Rasul datang ke rumah Ali dan Fatimah. Ketika Rasulullah Saw. bertanya kepada Fatimah tentang maksud kedatangannya kemarin, Fatimah diam saja. Karenanya, Ali pun menceritakan hal yang dimaksud namun Rasulullah Saw. tidak mengabulkan keinginan mereka untuk memiliki pembantu tersebut.

Rasul Saw. bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, tunaikanlah tugasmu terhadap-Nya, lakukan pekerjaan rumahmu seperti biasa, ucapkanlah subhanallah, alhamdulillah dan Allahu Akbar, ucapan ini akan lebih membantu kalian daripada seorang budak.”

Ketika Fatimah dan Ali Berselisih

Rasulullah selalu menjadi penengah dalam setiap pertengkaran Fatimah dan Ali. Rasulullah selalu mengajarkan mereka untuk saling minta maaf dan memaafkan.

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa pernah terjadi pertengkaran antara Ali dan Fatimah. Lalu Rasulullah Saw. datang dan Ali menyediakan tempat untuk Rasulullah Saw. berbaring. Kemudian Fatimah datang dan berbaring di samping Nabi Saw. Ali pun berbaring di sisi lainnya. Rasulullah Saw. mengambil tangan Ali dan meletakkannya di atas perut beliau, lalu beliau mengambil tangan Fatimah dan meletakkannya di atas perut beliau.

Selanjutnya beliau mendamaikan keduanya sehingga rukun kembali, Setelah itu barulah beliau keluar. Ada orang yang melihat kejadian itu lalu berkata kepada Rasulullah Saw., “Tadi engkau masuk dalam keadaan demikian (murung), lalu engkau keluar dalam keadaan berbahagia di wajahmu.” Ia menjawab, “Apa yang menahanku dari kebahagiaan, jika aku dapat mendamaikan kedua orang yang paling aku cintai?”

Ketika dalam Kesusahan

Kehidupan Fatimah dan Ali juga pernah berada dalam titik terrndah, di mana Fatimah harus melakukan berbagai hal untuk dapat menghidupi keluarganya. Suatu hari ketika Faatimah sedang bekerja menggiling gandum, Rasulullah datang berkunjung ke rumahny. Fatimah kemudian menceritakan segala kesusahannya dan meminta pada Rasulullah untuk menyampaikan kepada Ali agar mencarikannya seorang pembantu.

Rasulullah tidak lantas memanjakannya dengan memberikan Fatimah pembantu, Rasulullah meminta Fatimah untuk bersabar dengan kesusahan dan menghadapinya dengan mendekatkan diri kepada Allah. Beliau mengajarkan Fatimah untuk berdzikir dengan kalimat-kalimat tahmid dan takbir untuk membuat beban hidup terasa ringan. Sejak itu, Fatimah tidak pernah lagi mengeluh dan dalam kemiskinan, ia taat pada Ali agar Allah mengangkat derajatnya.

Tidak Segan Minta Maaf

Rasulullah pernah menasihati Fatimah, “Wahai Fatimah, kalaulah di kala itu engkau mati sedang Ali tidak memaafkanmu, niscaya aku tidak akan menshalatkan jenazahmu.”

Pernah suatu hari Fatimah menyebabkan Ali kesal. Menyadari kesalahannya, Fatimah segera meminta maaf berulang kali. Ketika dilihatnya air muka suaminya tidak juga berubah, ia pun berlari-lari seperti anak kecil mengelilingi Ali dan meminta dimaafkan. Melihat aksi istrinya tersebut, Ali tersenyumlah dan lantas memaafkan istrinya itu.

 

 

 

(Visited 2,712 times, 1 visits today)