4 Tahapan Menuju Pernikahan dalam Islam

2294 views Leave a comment
4 Tahapan Menuju Pernikahan dalam Islam

Dailymoslem – Tidak ada yang lebih indah bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan. Dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan agar kita menemukan kenyamanan dan ketenangan dalam pasangan.

Dalam Islam, ada 4 tahapan yang harus dilalui seseorang untuk sampai pada kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.

Ta’aruf (Perkenalan)

Proses ta’aruf adalah proses pengenalan diri di antara kedua calon mempelai. Tidak mungkin kita menikahi orang yang tidak kita kenali sifat dan kepribadiannya, karena dengan dialah kita akan menghabiskan seluruh hidup. Di sini kita mencari tahu apakah segala kelebihan dan kekurangannya dapat kita terima sebelum pada akhirnya dia menjadi teman berbagi dalam menjalani kehidupan hingga akhir hayat.

Melalui proses ta’aruf ini kita bisa mencari tahu tentang bagaimana cara dia berkomunikasi dan bersosialisasi? Bagaimana cara dia bereaksi pada masalah dan menyelesaikan masalah? Bagaimana cara dia mengelola keuangan? Bagaimana cara dia menghargai dirinya sendiri dan menghargai orang lain? Dan masih banyak lagi.

Khitbah (Lamaran)

Setelah kedua mempelai merasa cocok satu sama lain dan yakin untuk melanjutkan langkah ke pernikahan, maka tahapan selanjutnya adalah khitbah atau lamaran. Khitbah atau lamaran ini biasanya dilakukan oleh dua keluarga, baik dua keluarga besar maupun hanya keluarga inti.

Di sinilah kedua orangtua saling bertemu dan bersilaturahmi. Biasanya dalam proses ini juga dibicarakan tanggal pernikahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses khitbah ini merupakan jalan pembuka menuju jenjang pernikahan, di mana kedua calon mempelai dan kedua orangtua sudah sepakat untuk melangsungkan pernikahan.

Nikah

Setelah khitbah atau lamaran, tahapan selanjutnya adalah pernikahan yang menjadi tahapan utama. Inilah momen saat sang mempelai lelaki menjabat tangan wali dari mempelai perempuan hingga keduanya resmi menjadi sepasang suami istri.

Walimah

Setelah dilangsungkan akad nikah, maka hendaknya dilakukan juga walimah atau yang dikenal masyarakat kita dengan sebutan resepsi. Memang tidak diharuskan mengadakan resepsi besar-besaran yang justru seringkali menjadi penghambat seseorang untuk menikah. Rasulullah sendiri menyarankan untuk melakukan walimah sekedar untuk berbagi kebahagiaan dengan kerabat dan saudara.

Rasulullah SAW melihat hiasan kekuning-kuningan di tubuh Abdurahman bin Auf, lalu bertanya, Apa ini? Ia menjawab, “aku telah menikah dengan seorang wanita dengan mahar sebiji emas.” Rasulullah SAW bersabda, “mudah-mudahan Allah memberkatimu. Buatlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing.” (H.R.Jama’ah)

(Visited 3,397 times, 10 visits today)