Standar Kesuksesan Seorang Ibu Menurut Al-Qur’an

112 views Leave a comment
Standar Kesuksesan Seorang Ibu Menurut Al-Qur'an

Dailymoslem – Menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa Allah mempercayai kita untuk menjaga amanah-Nya hingga anak tersebut dewasa dan memilih jalan hidupnya sendiri.

Lalu, bagaimanakah ciri dari ibu yang telah sukses menjaga amanah tersebut? Hal ini ternyata telah disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS at-Tahrîm: 6)

Dalam Tafsir ath-Thabari, 23/491, Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allâh Yang Maha Tinggi berfirman, ‘Wahai orang-orang yang membenarkan Allâh dan Rasul-Nya ‘Peliharalah dirimu!’, yaitu maksudnya, ‘Hendaklah sebagian kamu mengajarkan kepada sebagian yang lain perkara yang dengannya orang yang kamu ajari bisa menjaga diri dari neraka, menolak neraka darinya, jika diamalkan. Yaitu ketaatan kepada Allâh. Dan lakukanlah ketaatan kepada Allâh.”

Maksud dari ayat dan tafsir tersebut adalah bahwa kesuksesan seorang ibu dapat terukur jika ia telah memberikan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anaknya untuk terhindar dari api neraka, memberikan bekal ilmu agama agar sepanjang hidupnya anak tersebut dapat menjalankan ibadah dan menghindari dosa yang membawanya pada api neraka.

(Baca juga: Mendidik Anak Lelaki Sholeh Dibalas Di Dunia, Mendidik Anak Perempuan Shalihah Dibalas Di Akhirat)

Itu baru tolak ukur pertama. Tolak ukur kedua dinilai dari sikap anak tersebut pada orangtuanya sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al Ahqaf: 15)

Tolak ukur kedua adalah keshalihan anak tersebut terhadap kedua orangtuanya. Menurut bahasa, sholeh artinya baik yang tentunya sesuai dengan ajaran Islam. Maka, seorang ibu dapat dinilai berhasil dalam mendidik anaknya jika anak tersebut juga bisa berperilaku baik dan sholeh terhadap orangtuanya.

(Baca juga: Cara Rasulullah Mendidik Anak Berdasakan Rentang Usia)

Artinya, tolak ukur kesuksesan seorang ibu adalah ketika anak tersebut memiliki kecerdasan untuk membangun habluminallah dan habluminannas, yaitu hubungan baik dengan Tuhan dan hubungan baik dengan manusia, terutama kedua orangtuanya sendiri. Subhanallah. Semoga kita selalu tergolong ke dalam hamba-hambanya yang shalih dan shalihah. Aamiin.

(Visited 482 times, 1 visits today)