Perceraian dalam Islam : Agar Tak Melukai Anak dan Tak Menjadikannya Korban

414 views Leave a comment
Perceraian dalam Islam : Agar Tak Melukai Anak dan Tak Menjadikannya Korban

Dailymoslem – Perceraian dalam Islam merupakan salah satu hal yang dibenci oleh Allah, namun diperbolehkan untuk dilakukan jika saja sudah tidak ada lagi jalan keluar yang bisa diusahakan dan pernikahan hanya akan menghasilkan kemudharatan jika dilanjutkan. Namun, seringkali perceraian justru membuka masalah-masalah baru, terutama masalah yang berdampak pada anak.

Jikapun perceraian harus terjadi, lakukanlah dengan sikap dewasa agar anak yang menjadi titipan Tuhan tidak menjadi korban keegoisan kita. Apalagi, belakangan ini angka perceraian terlihat terus meningkat, terutama di kalangan selebriti.

Ada beberapa perceraian selebriti yang berakhir sukses tanpa melukai anak, misalnya Deddy Corbuzier dan Kalina yang tetap menjadi kedua orangtua untuk putra mereka Azka meski tidak lagi berstatus suami-istri.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan suami-istri sebelum memutuskan untuk bercerai.

Berkomunikasi dengan Pikiran Jernih dan Logis

Jika keputusan suami-istri sudah sampai pada perceraian dan tidak ada lagi jalan keluar lain, maka sebaiknya suami dan istri membicarakannya dengan pikiran jernih dan logis. Bicarakan mengenai keperluan mengurus anak agar anak tetap mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Seringkali orang sudah tidak mau berkomunikasi saat menjelang perceraian karena hati sudah tertutup atau sudah terlanjur tersakiti. Padahal, ada banyak masalah baru yang belum terselesaikan karena perceraian tersebut, terutama jika kita sudah punya anak.

Pahami dan Bicarakan Arti Anak-Anak Bagi Kedua Belah Pihak

Tidak semua anak lahir sesuai dengan keinginan dan harapan orangtuanya. Mulai dari jenis kelamin, sifat dan perilaku, kemampuan berpikir atau mungkin kelengkapan fisik dan mental. Namun, setiap orang yang sudah menjadi orangtua pasti paham bahwa semua itu tak penting lagi. Yang terpenting adalah anak tersebut ada sebagai anugerah yang tak terhingga nilainya, yang akan kita sayangi bagaimanapun keadaannya. Maka sebelum memutuskan berpisah, bicarakan mengenai hal ini agar kedua belah pihak memahami arti penting anak dan tidak mementingkan keegoisan di kemudian hari.

Bersikap Tidak Egois dan Dewasa

Seringkali rasa sayang pada anak yang tertutupi rasa posesif menjadi hal yang semakin menambah keruh suasana. Misalnya kita ingin anak agar tinggal bersama kita, kemudian kita menjelek-jelekkan pasangan pada anak kita. Berpikirlah secara dewasa untuk tidak meracuni pikiran anak dengan hal negatif dan kebencian. Biarkan anak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua kandungnya karena itulah yang paling mereka butuhkan.

Tetaplah Saling Menghargai

Hati yang sudah tersakiti seringkali membuat orang tidak lagi menghargai mantan suami atau istrinya. Jika kita sudah bisa memilih keputusan untuk bercerai, maka kita juga harus bisa bertindak dewasa dengan tetap menghargai mantan suami atau istri untuk mengajarkan pada anak tentang menghormati dan menghargai orangtua, karena orangtua adalah contoh paling nyata bagi anak.

Nah, itula beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk bercerai. Jangan sampai membuat anak kehilangan sosok yang dibutuhkannya apalagi sampai memutuskan tali silaturahmi. Semoga kehidupan kita selalu berada di dalam lindunganNya. Aamiin.

(Visited 549 times, 1 visits today)