Pentingnya “Me Time” Bagi Bunda dan Bagaimana Cara Mendapatkannya (Bag.3)

67 views Leave a comment
Pentingnya "Me Time" Bagi Bunda dan Bagaimana Cara Mendapatkannya (Bag.3)

Dailymoslem – Setelah sebelumnya membahas tentang dampak yang akan terjadi pada Bunda jika tidak memiliki me time dan juga hal-hal yang bisa dilakukan Bunda untuk mendapatkan me time, sekarang kita akan bicara tentang bagaimana cara mengkomunikasikan hal tersebut pada suami agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Baca:

Pentingnya “Me Time” Bagi Bunda dan Cara Mendapatkannya (Bag.1)

Pentingnya “Me Time” Bagi Bunda dan Cara Mendapatkannya (Bag.2)

Jika kita mengkomunikasikannya dengan benar, suami juga tentu akan paham bahwa pekerjaan sebagai istri dan ibu bukanlah pekerjaan yang mudah. Berikut cara-cara yang bisa Bunda lakukan untuk bernegosiasi dengan suami agar bisa mendapatkan me time.

Bicarakan Dari Hati ke Hati

Bicarakan mengenai hal ini dari hati ke hati di suasana yang juga tepat. Misalnya, jangan bicarakan hal ini saat suami baru pulang kerja di malam hari atau pagi hari saat hendak bekerja. Cari waktu yang santai bersama suami dan bicarakan dengan cara yang lembut. Menurut para psikolog, sebaiknya bicarakan setiap persoalan rumah tangga di kamar, umumnya di ranjang untuk menambah suasana hangat dan untuk menghindari perdebatan.

Komunikasikan dengan Suami Tentang Urusan Domestik Selama Bunda Pergi

Jika kesepakatan denga suami sudah didapatkan dan hari untuk meliburkan diri sudah didapatkan, mulai komunikasikan mengenai urusan domestik selama Bunda pergi. Misalnya anak-anak dan ayahnya akan makan di luar atau makan di rumah. Bisa juga Bunda menyiapkan dulu menu makan siang di meja makan sehingga suami tidak perlu bingung mencari makan siang untuk anak. Jangan lupa juga untuk meninggalkan rumah dalam keadaan rapi.

Ajak Suami untuk Ikut Melakukan Pekerjaan Rumah Agar Suami Terbiasa

Memang tidak berarti setiap kita pergi, semua urusan domestik langsung ditimpakan pada suami. Namun, mungkin ada hal-hal kecil yang membuat suami harus “turun,” misalnya ketika anak tiba-tiba ingin dibuatkan makanan kesukaannya atau ketika rumah menjadi begitu berantakan. Jika suami terbiasa membantu Bunda menyelesaikan pekerjaan rumah sehari-hari, maka Ayah tidak akan kesulitan menyelesaikan masalah ini.

Lagipula, Rasulullah juga menyarankan agar para lelaki membantu istrinya membereskan urusan rumah. Bahkan, dikatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah sebenarnya bukanlah sepenuhnya tugas istri.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

(Visited 189 times, 1 visits today)