Pentingnya Fase Oral dalam Pertumbuhan Anak yang Bisa Sebabkan Keterlambatan Kemampuan Bicara dan Makan

123 views Leave a comment
Pentingnya Fase Oral dalam Pertumbuhan Anak yang Bisa Sebabkan Keterlambatan Kemampuan Bicara dan Makan

Dailymoslem – Saat bayi berusia di bawah satu tahun, seringkali kita melihat bayi sering memasukkan benda-benda yang ditemuinya ke mulutnya. Hal ini bukan karena bayi sedang lapar atau ingin mengunyah, melainkan karena fase ini memang akan dilalui bayi.

Menurut dr. Bernie Endrayani Medise, SpA(K), MPH dari Divisi Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, fase ini disebut juga fase oral, yaitu fase yang akan membantu perkembangan keterampilan anak di masa yang akan datang, seperti dilansir dari Parenting Indonesia.

Apa Itu Fase Oral?

Fase oral merupakan tahap perkembangan area oromotor (otot daerah mulut dan pencernaan), fase ini akan berpengaruh pada perkembangan lain seperti berbicara dan makan. Fase ini memusatkan stimulus di daerah mulut dan bibir, sehingga bayi akan berusaha memasukkan benda apa saja yang di pegangnya ke dalam mulut karena mulut dianggap sebagai pemuasan kebutuhannya (oral gratifi cation).

(Baca: Metode Baby Led Weaning untuk Memberi MPASI)

Umumnya, fase ini akan berlangsung hingga usia sekitar 18 bulan. Namun, di beberapa kasus fase ini bisa berlanjut hingga usia balita dengan ciri mengisap jempol hingga usia 5 tahun.

Memaksimalkan Fase Oral

Fase oral juga merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak yang akan memengaruhi perkembangan selanjutnya, termasuk memengaruhi kematangan otot di daerah rongga mulut. Menurut dokter Bernie, sikap orangtua yang memarahi atau melarang anaknya memasukkan jari atau mainan ke dalam mulut membuat fase oralnya menjadi tidak maksimal dan dapat mengakibatkan keterlambatan kemampuan bicara dan makan.

(Baca juga: Mengenal MPASI dan cara penerapannya)

Agar anak tidak memasukkan benda-benda berbahaya dan kotor ke dalam mulutnya, Bunda bisa memberikan si kecil mainanĀ teether yang bisa ia mainkan dengan cara digigit-gigit. Bunda bisa memastikan kehigienisan mainan tersebut dengan mencucinya secara rutin. Selain itu, perhatikan juga kehigienisan kuku dan tangan anak.

(Visited 164 times, 1 visits today)