Pahami Tipe Orangtua yang “Dibully” oleh Anaknya Sendiri, Apakah Anda Termasuk?

201 views Leave a comment
Pahami Tipe Orangtua yang Dibully oleh Anaknya Sendiri, Apakah Anda Termasuk

Dailymoslem – Para orangtua tentu tahu perilaku anak yang seringkali membuat pusing kepala seperti tantrum di tengah mal, minta ini itu yang harus selalu dituruti, bahkan mungkin anak yang selalu melawan pada orangtua saat dinasihati.

Hal tersebut ternyata bukanlah hal yang “harus dimaklumi” dari anak, karena dalam dunia psikologi sendiri dikenal adanya bullying terhadap orangtua yang dilakukan anak. Sebagai orangtua, tentu kita selalu ingin memberi yang terbaik dan memenuhi keinginan anak. Namun, jika kita terlalu memanjakannya, anak justru akan memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan, meskipun keinginan tersebut beralasan ataupun tidak.

Di sinilah terjadi budaya pembullyan yang secara tidak sadar dilakukan anak dan dialami orangtua, saat orangtua kalah dengan keinginan anak yang tidak beralasan.

Dilansir dari psychologytoday.com, ada tiga faktor yang memicu terjadinya budaya bully anak terhadap orangtua:

Perasaan Bersalah Orangtua

Perasaan inilah yang membuat orangtua merasa harus selalu memenuhi keinginan anaknya. Perasaan besalah orangtua terhadap anak bisa timbul dari berbagai hal, misalnya karena anak sedang sakit, karena perceraian atau mungkin perasaan bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik.

Bahkan ada kasus orangtua yang merasa bersalah karena sebelumnya hanya berencana punya anak dengan jumlah tertentu, namun kemudian lahir si bungsu yang tidak diperkirakan. Hal ini menyebabkan orangtua merasa bersalah karena dulu pernah merasa tidak merencanakan si bungsu, sehingga ia merasa harus memenuhi semua keinginan si bungsu.

Perasaan Khawatir Orangtua

Perasaan khawatir berlebih juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadi pembullyan anak terhadap orangtua. Orangtua yang merasa selalu khawatir dengan keadaan anak atau khawatir ia tidak merasa bahagia akan selalu berusaha mencari tahu apa yang dibutuhkan anaknya, di sinilah anak bisa memanfaatkan keadaan untuk merajuk dan bertingkah seperti benar-benar membutuhkan hal yang diinginkannya sehingga akhirnya orangtua memenuhi keinginannya.

Perasaan Selalu Ingin Mengontrol Keadaan 

Setiap orangtua pasti selalu ingin memberikan yang terbaik dan memastikan anaknya merasa bahagia lahir batin. Orangtua yang terlalu perfeksionis dalam hal ini seringkali secara tidak sadar memberi hal yang berlebihan pada anak sehingga membuat anak terbiasa mendapat perlakuan berlebih. Anak-anak yang selalu mendapat perlakuan berlebih juga cenderung selalu memaksakan kehendaknya, bahkan terhadap orangtuanya sendiri.

Bersikap “tega” untuk tidak memenuhi semua keinginan anak bukanlah pertanda bahwa kita tidak sayang atau tidak bisa memberinya yang terbaik. Berpikirlah secara jernih untuk mempertimbangkan apakah hal yang diinginkan anak tersebut memang benar-benar dibutuhkan anak atau tidak, apakah keinginan anak tersebut beralasan atau tidak.

Kita juga harus sensitif untuk setiap kebutuhan anak. Misalnya jika anak memiliki bakat di bidang musik, benda-benda seperti peralatan musik mungkin termasuk kebutuhan untuk men-support bakatnya, meski bukan kebutuhan pokok sehari-hari.

(Visited 205 times, 1 visits today)