Menyiapkan Anak Laki-Laki untuk Mimpi Basah dan Akil Baligh

438 views Leave a comment
Menyiapkan Anak Laki-Laki untuk Mimpi Basah dan Akil Baligh

Dailymoslem – Bagi seorang anak laki-laki, mimpi basah merupakan salah satu fase yang pasti akan dialaminya untuk menuju masa akil baligh, atau bagi anak perempuan akan mengalami menstruasi. Sebagai orangtua, kita juga memiliki kewajiban untuk menyiapkan anak pada masa ini agar anak siap untuk menerimanya.

Di fase ini, peran ayah sangat diperlukan untuk mengkomunikasikan pada anak tentang akan datangnya mimpi basah dan cara untuk menghadapinya. Harus ayah yang mengkomunikasikannya karena ibu tentu tidak memiliki pengalaman yang cukup mengenai mimpi basah ini.

Namun, jika ayah benar-benar tidak ada waktu mengkomunikasikannya, tak ada salahnya ibu mempelajari mimpi basah untuk mengkomunikasikannya pada anak. Ayah dan Bunda bisa mulai mengkomunikasikan hal ini saat anak berusia 7 tahun. Biasakan anak untuk membicarakan persoalan seks secara objektif agar anak tidak menjadi tabu pada pesoalan seks dan menutup-nutupinya dari orangtua.

Tidak memandang seks dengan tabu bukan berarti melakukan seks bebas, tapi memandang seks sebagai salah satu proses dan bagian dalam diri manusia, juga menempatkannya di tempat yang tepat. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Ayah dan Bunda coba untuk mengenalkan anak pada mimpi basah dan masa akil baligh.

Cara Berkomunikasi yang Tepat

Pertama, berikan sentuhan di bahu atau kepala pada anak agar bisa tercipta keterbukaan dan rasa nyaman bagi anak untuk berbicara. Setelah melewati masa akil baligh, anak laki-laki biasanya tidak mau disentuh.

Kedua, gunakan jangkar emosi atau panggilan khusus yang membentuk kedekatan ayah dan anak. Misalnya: Nak, anak ayah, jagoan ayah, little man, atau panggilan khusus apa saja yang ayah ciptakan untuknya.

Pada awalnya, anak mungkin akan merasa malu jika membicarakan masalah ini. Maka, mulailah dengan membicarakan perubahan fisik yang terjadi padanya karena pubertas. Misalnya, “Wah, anak ayah sudah mau remaja nih, suaranya sudah agak berat. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau memasuki masa akil baligh.”

Jelaskan Bagaimana Terjadinya Mimpi Basah dan Cara Menghadapinya

Jelaskan pada anak bahwa suatu saat dalam tidurnya ia akan bermimpi bermesraan dengan perempuan baik yang dikenalnya atau yang tidak, kemudian dari kemaluannya akan keluar cairan mani. Ayah dan Bunda bisa membuat alat peraga air mani dari tepung kanji atau sagu yang dicampur dengan sedikit air hingga encer, agar anak mengerti bentuk air mani dan tidak perlu malu jika nanti mengalaminya.

Katakan juga pada anak bila hal ini terjadi, maka ia harus mandi besar saat bangun tidur agar bisa kembali menjalankan shalat. Ajarkan juga pada anak cara mandi junub lengkap dengan niatnya.

Berikut tata cara mandi junub yang bisa Ayah dan Bunda ajarkan pada anak:

1. Bersihkan kemaluan dari cairan mani yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci (“Aku berniat mensucikan diri dari hadats besar karena Allah”). Minta ia untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.

Jelaskan Kewajiban Anak Setelah Mengalami Mimpi Basah

Setelah anak memahami tentang mimpi basah, sekarang jelaskan pada anak bahwa setelah mengalami mimpi basah, maka pahala dan dosa atas semua perbuatannya akan menjadi tanggungannya, dalam Islam ia disebut sudah mukallaf. Jelaskan juga bahwa setiap kali anak mengalami mimpi basah, maka ia harus melakukan mandi junub agar bisa kembali menjalankan sholat dan membaca Al-Qur’an.

Kenalkan Anak Pada Cairan Madzi

Selain pengetahuan mengenai air mani, anak juga perlu diajari tentang cairan madzi, yaitu cairan yang bisa jadi akan keluar jika ia melihat gambar-gambar yang tidak pantas atau tidak senonoh. Ayah dan Bunda bisa menggunakan cairan lem seperti lem UHU untuk alat peraga cairan madzi.

Jelaskan pada anak, bahwa jika cairan ini keluar, maka anak harus mencuci kemaluan, kemudian mencuci tangan dan berwudhu. Jika tidak, maka ia tidak bisa sholat dan membaca Al-Qur’an.

Cairan madzi berbeda dengan cairan mani. Cairan mani yang keluar saat mimpi basah harus dibersihkan dengan mandi junub. Sedangkan cairan madzi yang keluar bisa dibersihkan dengan mencuci kemaluan, mencuci tangan dan berwudhu.

Terakhir, ajarkan juga anak untuk menundukkan pandangan saat melihat lawan jenis untuk menghindarkannya dari zinah mata sekalipun, juga sebagai bentuk hormat untuk perempuan.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur : 30).

Semoga bermanfaat.

(Visited 477 times, 1 visits today)