Jangan Pernah Ucapkan 7 Hal Ini Pada Anak, Akan Membekas Hingga Dewasa

114 views Leave a comment
Jangan Pernah Ucapkan 7 Hal Ini Pada Anak, Akan Membekas Hingga Dewasa

Dailymoslem –┬áDalam mendidik, orangtua akan dihadapkan dengan berbagai hal yang mungkin diluar dugaannya. Kesedihan, amarah atau mungkin kekecewaan yang bisa membuat Ayah dan Bunda secara tidak sadar melakukan hal-hal tertentu yang ternyata bisa membekas di hati anak.

Semarah atau sekecewa apapun Anda pada anak, jangan pernah katakan 7 hal berikut ini.

“Kok Anak Ibu Begini?”

Mungkin Bunda sedang merasa kecewa pada anak karena seharusnya ia tak melakukan hal tersebut. Namun, kalimat seperti ini akan membuat anak merasa dirinya merasa tidak berguna dan tidak diinginkan. Perlahan namun pasti, kalimat ini bisa mengikis rasa percaya dirinya.

“Jangan Seperti Ayah”

Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihannya tersendiri, termasuk Bunda, Ayah dan juga anak. Terkadang secara tidak sadar Bunda mengatakan hal ini saat anak menunjukkan sikap negatif yang mirip dengan ayahnya, misalnya egois atau jorok. Kalimat ini bisa memberikan citra negatif tentang ayah terhadap anak. Meski sepele, anak bisa menyerap dan mengingatnya dengan sempurna. Sebaliknya, Ayah juga jangan menjelekkan ibu di depan anak.

“Ini Bukan Urusan Anak Kecil”

Rasa ingin tahu anak yang sangat besar seringkali membuat orangtua harus menghalau anak dengan kalimat ini saat mereka mendekati orangtua ketika orangtua sedang membicarakan sesuatu yang serius. Biarkan anak mendengarkan obrolan serius tapi tidak usah mengajak mereka untuk berdiskusi atau menyelesaikan masalah. Dengan begitu, anak bisa belajar tanggung jawab dan berpikir logis seperti orang dewasa.

“Nanti Ayah/Ibu Tidak Sayang Lagi” atau “Ibu Tinggal, ya!”

Kalimat seperti ini biasanya keluar ketika anak bertindak nakal dan tidak bisa diperingatkan lagi. Bunda dan Ayah jadi mengancam anak untuk dengan kalimat-kalimat seperti ini. Kalimat ini bisa menanamkan rasa takut dan rasa tidak aman di hati anak.

Membandingkan Anak dengan Anak Lain

Baik itu anak tetangga, temannya di sekolah atau saudaranya sendiri, hal sepele ini bisa menurunkan rasa percaya diri anak dan membuatnya merasa tidak sebaik orang lain. Tujuan Bunda mungkin untuk memotivasi anak melakukan sesuatu lebih baik, tapi ini bukan cara yang tepat.

Mengatakan Dirinya Bodoh

Anak seperti spons yang siap mernyerap apa saja yang dilihat dan didengarnya. Meski hanya bercanda atau emosi sesaat, anak bisa menyerap kata-kata ini menjadi cap untuk dirinya sendiri, anak-anak bisa menyerapnya dan sungguh-sungguh menganggap dirinya bodoh.

Memarahi Anak Bila Jatuh

Kasus ini sering terjadi, biasanya karena orangtua sendiri justru khawatir dengan kondisi anak saat jatuh, maka kekhawatiran itu tumpah menjadi amarah pada anak. Saat anak jatuh, yang anak butuhkan adalah empati, bukan omelan yang justru membuatnya semakin sakit. Fokuskan dulu pada luka atau sakit yang ia rasakan, baru kemudian ingatkan anak untuk lebih berhati-hati dan mendengarkan perintah anda agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Tanamkanlah hal-hal positif dalam diri anak sejak kecil dengan menunjukkan sikap dan juga kalimat-kalimat positif. Tidak ada salahnya juga meminta maaf pada anak jika Bunda merasa pernah mengatakan hal-hal yang menyakitkan anak. Terkadang, anak justru menjadi guru bagi kita untuk mempelajari hal-hal baru dalam hidup.
Featured image via drprem.com
(Visited 17,971 times, 1 visits today)