Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Jika Anak Sering Dibentak

122 views Leave a comment
Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Jika Anak Sering Dibentak

Dailymoslem – Orangtua biasanya tak tahan untuk membentak anak saat anak bertingkah nakal atau tidak bisa diatur. Padahal, hal ini bisa berakibat fatal untuk perkembangan anak yang akan terbawa hingga ia dewasa.

Bentakan yang sering didengar anak bisa menyebabkan trauma psikis hingga stress yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak dan kondisi psikologisnya. Anak yang sering dibentak akan cenderung lebih lemah daya tahan tubuhnya dan juga psikologisnya terganggu, seperti dilansir dailymoslem.com dari viva.co.id.

(Baca juga: 8 Tanda Anak Dalam Kondisi Stress)

Yang terjadi pada anak saat dibentak adalah ia merasa harga diri dan kepercayaan dirinya berkurang. Maka, anak akan merasa dirinya jelek dan tidak berharga di lingkungannya. Akibatnya, anak menjadi minder dan tidak mau berteman dengan teman sebayanya.

(Baca juga: Begini Cara Mengajk Bicara Anak Pendiam )

Selain itu lampiasan emosi orangtua yang keluar melalui bentakan juga dapat menyebabkan perilaku ini terekam dalam benak anak, sehingga ia merasa harus menyelesaikan masalah dengan membentak-bentak saat dewasa nanti.

Bagaimana Caranya Agar Tidak Membentak Anak?

Menurut konsultan psikologi Dra. Nani Kartikaningsih, anak sebaiknya diberi perhatian dan aturan yang jelas, sehingga ia tidak bertingkah yang tidak diinginkan dan membuat orangtua kehilangan kesabaran hingga akhirnya membentak. Namun, jangan lipa libatkan anak dalam pembuatan peraturan tersebut.

(Baca juga: Cara Mengatasi Anak Stress atau Frustasi)

Aturan tersebut harus disepakati bersama dan mempertimbangkan keinginan bersama. Dengan begitu, anak akan merasa pendapatnya dihargai. Anak akan merasa berharga dan percaya diri, ia juga bisa lebih mudah menaati peraturan karena peraturan tersebut telah disepakati olehnya dan mempertimbangkan keinginannya juga.

Orangtua memiliki kewajiban untuk mengembangkan kemampuan berpikir positif anak, karena hal tersebut yang akan membantu pola pikir anak dalam mengatasi masalah di sekelilingnya. Pola pikir positif tersebut akan memengaruhinya untuk menyelesaikan masalah dengan baik, bukan dengan berpikiran negatif.

(Visited 407 times, 1 visits today)