Cara Mengajari Anak Berpuasa Ala Astrid Uya Kuya

1046 views
astrid1

Dailymoslem – Bulan Ramadhan sudah ada di depan mata. Hanya tinggal menghitung hari saja bulan Ramadhan akan menghampiri kita. Pastinya semua umat muslim tengah bersiap-siap untuk menyambut dan melaksanakan kewajiban puasa. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah mental dan fisik anak-anak. Ya, mengajari anak untuk berpuasa memang membutuhkan kesabaran ekstra.

Salah satunya yang dialami oleh Astrid Khairunnisha. Istri dari Uya Kuya ini mengaku lebih khawatir mengenai kesiapan anak-anaknya untuk menghadapi bulan Ramadhan. “Sebenernya pas puasa, yang aku khawatirin bukan aku bukan suami tapi anak-anak” ungkap Astrid saat diwawancarai di sela-sela acara Gemerlap Ramadhan Shafira-Swarovski, Sabtu (30/5).

Astrid menuturkan bahwa dirinya sekarang sedang berusaha mendidik anak keduanya agar bisa puasa secara sempurna. Ya, Sydney Agusto Putra Utama (Nino) memang sudah diajarkan untuk berpuasa sejak berusia tujuh tahun. Namun, Astrid mengaku ia masih membiarkan Nino untuk berbuka pada siang hari. Karena khawatir akan kondisi anaknya tersebut.

Dari umur tujuh tahun memang udah puasa, tapi batal pas dzuhur. Nah, karena kebiasaan seperti itu jadi dia kadang di jam tiga pun udah ga kuat. Jadi udah makan lagi. Cuman di tahun ini dia udah Sembilan tahun, menurut aku udah sangat besar harus mulai dibiasakan puasa secara utuh.” Jelasanya.

Saat berpuasa, asupan makanan dan minuman yang biasanya dikonsumsi oleh anak sepanjang hari menjadi berkurang. Apalagi anak-anak dijejali dengan berbagai kegiatan sekolah yang mungkin menjadikan mereka lelah. Hal tersebut yang membuat Astrid menjadi khawatir.

Untuk mengatasi itu Astrid mengaku, sudah mulai mencari makanan bergizi yang akan dijadikan menu sahur dan berbuka nanti. Ia juga memutar otak untuk menyediakan santapan yang mengurangi rasa haus di siang hari. “Persiapannya lebih banyak di anak-anak. Cari-cari makanan yang bergizi biar yang ga bikin haus di siang hari.”

Mengajari anak puasa adalah sebuah hal yang gampang-gampang susah. Harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk membuat anak mengerti dan paham bahwa puasa merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Dalam hal ini Astrid mengaku terbantu dengan sekolah anak-anaknya yang berbasis Islam. Sehingga saat anak-anaknya melontarkan pertanyaan yang sulit dijawab, pihak sekolah bisa membantu untuk memberikan jawaban yang relevan.

Astrid menceritakan bahwa Nino pernah bertanya sesuatu yang membuatnya terkejut. “Ada satu pertanyaan dari anak yang paling kecil sampai bikin aku syok dia tanya gini ‘Allah kan sayang sama kita, masa Allah mau bikin kita laper?” Ungkap Astrid.

Untuk menjawab pertanyaan kritis seperti itu, Ia mengaku tak mau semabarangan. Sehigga ia selalu berusaha menjawab lewat riwayat-riwayat Al-Quran dan meminta bantuan kepada Ustadz untuk memberikan penjelasan yang lebih detail. Ya, memang menjawab pertanyaan anak yang mulai kritis tidak boleh sembarangan. Jika anak menemukan kejanggalan terhadap jawaban kita, maka ia akan terus bertanya atau ia jadi memiliki pemikiran yang salah sampai dewasa.

Kita sebagai orang tua, bukan hanya berperan sendiri. Kita butuh guru agama, pak ustadz, kita masukan anak-anak ke TPA. Biar dapat penjelasan yang lebih jelas.” Papar Astrid.

 

 

 

 

 

(Visited 1,013 times, 1 visits today)