Bunda, Jangan Pernah Ucapkan 8 Hal Ini Pada Anak

111 views Leave a comment
Bunda, Jangan Pernah Ucapkan 8 Hal Ini Pada Anak

Dailymoslem – Mendidik anak memang pekerjaan yang tak kenal lelah dan tiada akhir. Terkadang kelelahan itu membuat kita lupa dan mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak didengar anak.

Tak hanya amarah dan bentakan yang bisa meninggalkan nilai negatif di benak anak, tapi juga kalimat-kalimat tertentu yang secara tidak langsung membuat anak menilai dirinya rendah dan negatif. Padahal, memupuk rasa percaya diri dengan tepat sejak dini sangat penting untuk bekal anak ketika dewasa nanti.

Berikut ini 8 kalimat yang sebaiknya jangan pernah Bunda katakan pada si kecil.

Pernyataan Negatif Tentang Diri Anak

Mungkin secara tidak sadar kita pernah mengungkapkan kalimat yang berisi pernyataan negatif tentang diri anak. Misalnya saat Anda berkata, “kok begitu saja tidak bisa, sih?” atau ” kamu seharusnya bisa melakukan yang lebih baik dari ini.”

“Jangan Ganggu, Ibu Lagi Sibuk!”

Kalimat ini akan membuat anak merasa rendah diri karena ibu tidak punya waktu untuknya. Kalimat ini juga bisa membuat anak merasa segan untuk menghampiri ibunya, baik untuk minta tolong atau sekedar menceritakan sesuatu. Pada akhirnya, hubungan ibu dengan anak menjadi tidak terbuka karena adanya perasaan segan di hati anak untuk menghampiri ibu.

“Jangan Menangis!”

Pada saat anak menangis, sebaiknya Bunda melakukan sesuatu yang bisa membesarkan hatinya atau menghiburnya. Kalimat larangan seperti ini justru akan membuat tangis anak semakin kencang karena ia merasa semuanya salah.

Kalimat Membanding-bandingkan Anak

Jangan pernah membandingkan anak baik dengan teman bermainnya, anak teman orangtua ataupun saudaranya sendiri. Secara tak sadar, banyak orangtua yang membandingkan anaknya mulai dari soal kecerdasan hingga penampilan fisik. Misalnya ketika anak memiliki postur lebih pendek daripada adiknya atau temannya. Padahal, darimana gen pendek anak itu didapat kalau bukan dari orangtua? Lagipula, yang harus Bunda tanamkan pada anak adalah bahwa semua orang memiliki nilai yang sama untuk berkarya tak peduli bagaimanapun bentuk fisiknya.

“Tunggu Ayah Pulang ya! Biar Kamu Dihukum Sama Ayah”

Kalimat ini akan menebar ketakutan anak pada ayah mereka. Padahal, kedekatan ayah dan anak sangat perlu untuk merangsang kecerdasan anak. Anak yang banyak berinteraksi dengan ayah dan ayahnya terlibat banyak dalam proses pengasuhan terbukti memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding anak yang tidak dekat dengan ayahnya.

Memberi Pujian Berlebihan

Setiap orangtua pasti bangga pada anaknya, apalagi jika anaknya menunjukkan prestasi yang mengagumkan. Namun, ajarkan juga pada anak untuk tetap rendah hati tapi bukan rendah diri. Pujian berlebih akan membuat anak merasa dirinya hebat dan diam-diam menanamkan kesombongan dalam dirinya.

“Kamu Selalu…” atau “Kamu Tidak Pernah…”

Kalimat ini biasanya memiliki lanjutan negatif, misalnya “kamu selalu lupa membereskan tempat tidur,” atau “kamu tidak pernah dengar apa kata Ibu.” Selain menanamkan dalam pikiran anak untuk menjadi seperti yang Bunda sebutkan, kalimat seperti itu juga membuat anak merasa Bunda tidak menghargai usahanya saat ia membereskan tempat tidur atau mendengarkan kata Bunda.

“Bukan Begitu Caranya, Sini Biar Ibu Saja!”

Selalu ada pertamakalinya untuk segala sesuatu, maka biarkanlah anak mengeksplornya saat harus melakukan sesuatu untuk pertamakalinya. Bunda boleh memberitahukan caranya pada anak, tapi anggaplah Bunda sedang memberi tahu cara pada teman agar anak tidak merasa digurui. Percayakan pada anak bahwa ia bisa melakukannya.

(Visited 346 times, 3 visits today)