Bingung, Inikah Waktu Yang Tepat Untuk Ajari Anak Berpuasa?

649 views
ajari puasa

Dailymoslem – Salah satu ‘PR’ bagi  orang tua saat bulan Ramadhan adalah mengajari anaknya untuk berpuasa. Seringkali banyak anak yang enggan untuk mengerjakannya dikarenakan ketidak mengertian mereka terhadap kewajiban puasa bagi umat muslim. Wajar memang jika anak-anak belum paham mengenai hakikat puasa, namun sebagai orang tua kita harus tetap memberikannya pengertian agar terbiasa melakukannya hingga dewasa.

Ada pertanyaan mengenai umur berapa sebaiknya anak diajari untuk berpuasa. Karena banyak juga anak yang sudah menginjak umur sepuluh tahun masih sulit mengendalikan diri untuk menahan nafsu makan dan minum. Menurut dr Susatyo JP, salah seorang dokter yang berkontribusi pada rubik konsultasi kesehatan dalam Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di Jerman, anak dapat diajarkan secara efektif untuk berpuasa sejak usia 4 tahun.

Begitupun yang diungkapkan oleh lama Pediatrica gadjah Mada. Orang tua boleh memperkenalkan puasa kepada buah hati saat memasuki usia empat tahun. Mengajari anak berpuasa sejak dini, pastinya berkaitan erat dengan tumbuh kembang sang anak. Pada usia tersebut, anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus menjadi pertimbangan utama orang tua.

Secara psikologis anak yang berpuasa memang memiliki pola hidup yang lebih baik. Hal itu terlihat dari sikap disiplin, sabar, dapat mengendalikan diri dan kemauan untuk berbagi. Namun, kita juga harus melihat kondisi dan kemampuan anak yang masih terbatas, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk memaksa anak agar berpuasa layaknya orang dewasa.

Ada baiknya, kita membuat target-target tersendiri agar anak tidak kaget dan akhirnya malah membantah. Ajaklah anak berpuasa secara bertahap. Misalnya pada minggu pertama anak hanya berpuasa setengah hari, kemudian di minggu berikutnya barulah puasa secara penuh. Namun, tetap lihat kondisi anak. Jika memang terlihat sangat tidak mampu maka cobalah untuk fleksibel.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa digunakan untuk membuat anak senang berpuasa dan mau untuk  melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Selalu berikan pengertian mengenai puasa

Karena anak tidak akan langsung mengerti mengapa ia harus ikut berpuasa, maka berikalah pengertian mengenai puasa. Ceritakan riwayat-riwayat yang mengharuskan kita puasa, keuntungan puasa, pahala yang bisa kita peroleh saat berpuasa juga dosa seperti apa jika kita tidak menjalankan puasa.

Buat tahapan puasa bagi sang anak

Seperti yang sudah dikatakan diatas. Jangan membuat anak kaget dengan aturan puasa yang ketat. Ajaklah anak berpuasa secara bertahap. Seperti berpuasa setengah hari pada minggu-minggu pertama, kemudian baru ajak secara perlahan untuk berpuasa secara sempurna. Bisa juga membuat tabel puasa yang memperlihatkan perkembangan puasa anak. Kita bisa memberi tanda ceklis atau bintang apabila anak berhasil mencapai target.

Berikan reward atau hadiah yang menyenangkan

Anak-anak pasti sangat suka dengan hadiah. Jadikan puasa sebagai tantangannya untuk mendapatkan hadiah yang mereka mau. Hal tersebut bisa menjadi motivasi anak untuk berpuasa keesokan harinya.

Sebisa mungkin buat sahur lebih menyenangkan

Makan sahur bagi anak mungkin menjadi hal yang menjengkelkan. Bagaimana tidak, saat ia tidur nyenyak lalu dibangunkan untuk makan. Namun, tetap ajak anak untuk sahur secara lembut dan sabar. Buat menu-menu sahur favorit atau tayangkan acara televisi seru yang biasanya disiapkan oleh statsiun televisi.

Jangan biarkan anak bosan saat berpuasa

Bosan pada siang hari saat puasa adalah salah satu faktor yang membuat anak merasakan lapar dan haus. Sebiasa mungkin buat anak sibuk saat menjalankan puasa. Buat aktivitas bermain yang menyenangkan namun tidak banyak menguras tenaga. Dengan ia fokus terhadap mainannya, ia akan lupa bahwa hari itu sedang puasa.

 

Beberapa tips tersbut mungkin bisa membantu mengajari anak untuk berpuasa, sehingga ia bisa terbiasa untuk berpuasa di kemudian hari. Bagaimanapun orang tua khususnya ibu adalah sekolah pertama bagi sang anak, sehingga kita harus bisa memutar otak dengan cerdas agar anak bisa paham hakikat puasa tanpa membuatnya jengah atau kesal.

Semoga bermanfaat.

(Visited 593 times, 1 visits today)