7 Hal yang Dilarang Saat Menghukum Anak Dalam Islam

140 views Leave a comment
7 Hal yang Dilarang Saat Menghukum Anak Dalam Islam

Dailymoslem – Anak merupakan amanah dari Allah yang perlu kita bekali dengan ilmu agama dan ilmu dunia sebagai bekal dirinya untuk menjalani kehidupan setelah dewasa kelak.

Dalam Islam, diperbolehkan mengingatkan anak jika ia melakukan kesalahan atau memberikan hukuman yang bisa membuatnya jera. Namun, tetapa ada batasan-batasan agar anak tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari orangtuanya. Inilah 7 hal yang dilarang untuk dilakukan saat menghukum anak.

Memukul Muka

Memukul anak diperbolehkan dengan catatan tidak benar-benar melukai anak dan hanya sebagai peringatan saja.

As-Subki berkata, “Wali bagi anak diwajibkan memerintahkan anaknya untuk melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun dan memukulnya (apabila masih belum melaksanakan shalat) saat mereka berusia sepuluh tahun.Kami tidak mengingkari wajibnya perintah terhadap perkara yang tidak wajib, atau memukul terhadap perkara yang tidak wajib. Jika kita boleh memukul binatang untuk mendidik mereka, apalagi terhadap anak? Hal itu semata-mata untuk kebaikannya dan agar dia terbiasa sebelum masuk usia balig.”

Namun, Rasulullah SAW melarang memukul muka berdasarkan sabda Baginda yang artinya, “Jika salah seorang dari kamu memukul, maka hendaknya dia menghindari (memukul) wajah.”

Menampakkan Kemarahan yang Amat Sangat

Kekuatan orang bukanlah terlihat pada saat dirinya berkelahi, namun ketika ia mampu menahan amarahnya. Itulah yang harus kita tunjukkan pada anak. Menumpahkan amarah apalagi di depan anak yang akan menyerap apa saja yang ia lihat dan ia dengan bukanlah hal yang diajarkan oleh Rasulullah.

Menunjukkan Sikap Kasar

Rasulullah selalu mengajarkan kita untuk menghadapi segala sesuatu dengan kelembutan dan kesabaran, termasuk saat mendidik anak.

Dari Anas bin Malik, “Aku membantu Nabi selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah berkata kasar kepadaku. Tidak pernah beliau berkata, ‘Mengapa engkau melakukan demikian?’ atau ‘Mengapa tidak engkau melakukan demikian?’” (H.R. Ahmad, Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud).

Memukul Hingga Berbekas

Rasulullah juga membenarkan untuk memukul anak sebagai peringatan atau sebagai hukuman, namun tidak diperbolehkan memukul hingga meninggalkan bekas.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa makna dari “pukullah” adalah “fadhribuuhunna ghairu mubarrih”, yaitu pukullah dia dengan tanpa membahayakan, seperti bengkak atau berbekas (H.R Muslim).

Memukul dalam Keadaan Marah

Apapun yang kita lakukan pada anak untuk memperingatkan atau menghukumnya, jangan lakukan dalam keadaan marah, tapi lakukan dengan pikiran jernih agar tidak menyesal setelahnya.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut kerena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah SAW dan Baginda berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada apa yang kamu siksakan terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.”

(Visited 566 times, 1 visits today)