4 Cara Islam Mendidik Anak Agar Terhindar Dari Perilaku LGBT

145 views Leave a comment
4 Cara Islam Mendidik Anak Agar Terhindar Dari Perilaku LGBT

Dailymoslem – Maraknya isu LGBT (lesbi, gay, bisex dan transgender) menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terutama para orangtua yang memiliki anak dalam masa pertumbuhan. Teknologi yang membaut pergaulan nyaris tak berbatas di zaman sekarang membuat orangtua sulit untuk mengontrol arus pergaulan anak.

Sebagai agama yang paling sempurna untuk membekali kehidupan manusia di dunia, tentu saja Islam memiliki solusi untuk hal ini. Islam memiliki langkah-langkah mendidik anak seperti yang diajarkan Rasulullah untuk menghindarkan anak dari perilaku seks yang menyimpang atau LGBT.

Berikut ini 4 langkah Rasulullah mendidik anak agar terhindar dari perilaku LGBT.

Pisahkan Tempat Tidur Anak Sejak Usia 10 Tahun

Di usia 7 tahun, Rasulullah mencontohkan untuk mengajarkan anak shalat. Kemudian di usia 10 tahun, Rasulullah mengajarkan untuk memisahkan tempat tidur anak karena di usia ini anak mulai memasuki aqil baligh. Rasulullah bersabda:

“Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat bila mereka telah berumur 7 tahun. Pukullah mereka karena tidak shalat bila telah berumur 10 tahun. Pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Daud, Ad-Daruquthni, Al-Hakim, baihaqi, dan Ahmad)

Beri Anak Mainan Sesuai Gendernya

Rasulullah juga mengajarkan untuk memberi anak mainan sesuai dengan gendernya. Hal ini juga dimaksudkan agar anak bermain dengan anak-anak lain yang sesama gendernya, menghindari anak untuk berperilaku seperti lawan jenis karena terlalu sering bermain bersama lawan jenis.

Dari Aisyah R.A “Aku biasa bermain-main dengan anak-anakan perempuan (boneka perempuan) di sisi Rasulullah SAW dan kawan-kawanku datang kepadaku, kemudian mereka menyembunyikan boneka-boneka tersebut karena takut kepada Rasulullah SAW tetapi Rasulullah SAW malah senang dengan kedatangan kawan-kawanku itu, kemudian mereka bermain-main bersama aku.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah menikahi Aisyah saat ia masih berusia 6 tahun, namun baru tinggal bersama Rasulullah setelah Aisyah mengalami haidh atau aqil baligh. Dalam hadits di atas terlihat bahwa teman-teman Aisyah pernah merasa takut pada Rasulullah saat ingin mengajak aisyah bermain boneka. Namun Rasulullah justru senang melihat kedatangan teman-teman Aisyah dan membiarkan mereka bermain.

Ajari Anak Menutup Aurat

Ketika seorang anak sudah memasuki usia aqil baligh, Rasulullah juga mencontohkan untuk mengajarinya menutup aurat sesuai gendernya masing-masing. Laki-laki menutup aurat dari pusar hingga lutut, perempuan menutupi seluruh tubuhnya kecuali tangan dan muka.

Mengajarkan anak menutup aurat juga bisa melindungi anak dari bahaya pelecehan seksual dari orang-orang yang tidak diinginkan.

Ajari untuk menutup aurat “Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)

Berikan Pemahaman Tentang Laki-Laki dan Perempuan

Terakhir, berikan juga pemahaman pada anak tentang bedanya laki-laki dan perempuan setelah anak memasuki usia aqil baligh. Mulailah dengan hal yang kecil seperti mengajari anak untuk tidak meniru penampilan lawan jenis.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

Hal ini juga tertulis di dalam Al-Qur’an:

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari).

(Visited 534 times, 1 visits today)