10 Alasan Kenapa Pelajaran Antri Lebih Penting Daripada Pelajaran Matematika Bagi Anak

376 views Leave a comment
10 Alasan Kenapa Pelajaran Antri Lebih Penting Daripada Pelajaran Matematika Bagi Anak

Dailymoslem – Kebanyakan orangtua mungkin hanya akan bangga jika anaknya mendapat nilai bagus di berbagai pelajaran eksak seperti Matematika atai IPA. Padahal, ada satu hal yang sangat penting untuk dipelajari anak namun sayangnya tidak diajarkan secara serius di Indonesia, yaitu mengantri.

Tak jarang kita melihat antrian kacau di berbagai tempat umum seperti di loket tiket kereta, terminal, atau bahkan layanan kesehatan seperti puskesmas, karena semua orang tidak pernah diajari untuk mengantri sejak kecil. Lebih parah lagi, bahkan anak-anak juga banyak yang diajari orangtuanya untuk tidak tertib antri secara sadar atau tidak sadar.

Bahkan banyak kita lihat di antrian panjang orangtua yang memasukkan anaknya di tengah antrian agar dirinya bisa mendapat antrian di depan. Ada juga orangtua yang marah-marah saat anaknya yang disuruhnya menyerobot antrian ditegur orang lain.

Kita hanya perlu 3 bulan secara intensif untuk melatih anak pelajaran Matematika, sementara untuk mengantri, butuh 12 tahun untuk bisa selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri. Lagipula, tidak semua anak akan menjalani profesi yang mengharuskan bisa Matematika, kecuali penambahan, perkalian, pengurangan dan pembagian. Tapi dari pelajaran mengantri, jadi apapun anak nantinya, nilai-nilainya tetap dibutuhkan anak.

Setidaknya ada 10 hal yang bisa dipelajari anak dalam proses mengantri.

Pertama, dengan mengantri anak dapat belajar manajemen waktu. Untuk dapat antrian paling depan, maka ia harus datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

Kedua, anak dapat belajar sabar saat menunggu giliran.

Ketiga, anak belajar menghormati hak orang lain yang datang lebih awal dan tidak mementingkan diri sendiri.

Keempat, anak dapat belajar disiplin.

Kelima, anak belajar kreatif untuk memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri.

Keenam, anak bisa belajar bersosialisasi dengan orang di depan dan di belakangnya saat menunggu antrian.

Ketujuh, anak dapat belajar hukum sebab akibat bahwa jika ia terlambat maka ia harus menanggung konsekuensi untuk mendapat antrian di belakang.

Kesembilan, anak belajar memiliki rasa malu jika ia menyeerobot antrian atau menyerobot hak orang lain.

Kesepuluh, anak belajar jujur pada diri sendiri pada orang lain, karena jika ia mencuri-curi untuk menyerobot antrian, maka ia sudah berlaku tidak jujur.

Mungkin masih banyak nilai-nilai yang terkandung dari kebiasaan teratur seperti mengantri. Kebiasaan sederhana yang efeknya bisa berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari kita bersosialisasi dengan masyarakat.

 

 

 

(Visited 356 times, 1 visits today)