Kenapa Anak Lebih Rewel Saat Ada Ibunya? Alasannya Tak Terduga

546 views Leave a comment
Kenapa Anak Lebih Rewel Saat Ada Ibunya? Alasannya Tak Terduga

Dailymoslem – Seorang ibu muda pernah bercerita bahwa anaknya yang masih balita selalu lebih rewel jika bersamanya. Bagaimanapun kondisi dirinya saat itu, entah itu sedang kelelahan, sakit dan lain sebagainya, anaknya yang sudah mulai bersekolah di Pre School seringkali meluapkan emosi yang berlebihan. Menangis, menjerit bahkan sesekali tantrum dan sulit dihentikan.

(Yuk Kenalan Sama Kirana, Balita Imut Yang Punya Banyak Video Lucu )

Padahal, saat anak berada di dekat keluarganya yang lain seperti tante atau pamannya ia terlihat diam dan tak banyak bertingkah. Bahkan ia terlihat senang berlari-lari dan bermain apapun yang ada di depannya. Melihat kenyataan seperti itu, si ibu muda ini merasa jika sang anak sengaja ingin membuat dirinya jengkel.

Tapi taukah kamu? Ada hal yang sangat menyentuh dibalik kenakalan ini.

Saat anak berprilaku seperti itu, sebenarnya ibu harus merasa bahagia karena sudah berhasil menjadi sosok ibu yang sangat dibutuhkan. Anak menganggap ibu sebagai tempat yang sangat nyaman dan mampu menjaganya dari gangguan apapun.

Sepanjang hari, saat ibu tidak disampingnya ia harus menahan segala emosi yang dirasakannya. Misalnya, rasa canggung terhadap paman, tante dan sepupunya. Selain itu, ia juga berusaha keras untuk tegar dan terus bermain. Nah, ketika ibu datang, anak langsung merasa bahwa ia bisa berkeluh kesah dan meluapkan kekesalannya.

Bagi anak, peran ibu melambangkan kebutuhan hidupnya dan ini merupakan sesuatu yang alamiah terjadi. Berbeda dengan peran ayah yang melambangkan kepercayaan dan keberanian untuk mengambil risiko, peran ibu tentunya menjadi lebih penting bagi sang anak.

Jadi meskipun ia rewel bahkan tantrum dihadapan sang ibu, itu menandakan bahwa ia nyaman bersama ibu dan menantikan perhatian dari ibu akan kebutuhannya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Memberikan perhatian yang berlebihan saat anak menunjukkan hal ini bukan juga sebuah hal yang baik. Perhatian yang berlebihan hanya akan membuat hal ini menjadi kebiasaannya. Ada dua hal yang harus ibu lakukan agar anak tidak terbiasa melakukan ini.

  1. Perbanyak kemampuan verbalnya. Saat ibu memberikan makanan atau kebutuhan lain pada anak, ucapkan nama benda tersebut. Misalnya, saat akan memberikan pisang maka ucapkanlah ‘pisang’ dengan jelas dihadapan anak. Hal ini dilakukan agar jika sesuatu saat anak ingin pisang, ia bisa menyebutkannya tanpa harus menangis dan merengek tak jelas.
  2. Respon rengekannya saat ia berusaha berbicara. Jika anak merengek tanpa berkata apapun, jangan lihat matanya. Alihkan perhatian, atau gendong ia dari belakang.

Dengan begitu, anak akan berusaha mengungkapkan keinginannya dengan bahasa verbal dan meninggalkan kebiasaanya merengek atau menangis tak jelas.

Baca juga:

Naik Haji Bawa Anak Usia Balita dan Batita, Mungkinkah?

Wah, Ternyata Begini Retno Hening Saat Membesarkan Kirana

(Visited 1 times, 1 visits today)