10 Tips Agar Tidak Menikahi Orang yang Salah

6143 views
fase pernikahan

Dailymoslem – Menikah merupakan satu keputusan dalam hidup. Menikah, memilih seseorang untuk menemani kita seumur hidup. Sebelum menikah, kita harus menyadari bahwa seumur hidup itu bukan main lamanya. Jangan sampai kita menghabiskan waktu seumur hidup dengan orang yang salah.

Menurut Dr. Nafisa Sekandari & Hosai Mojaddidi yang dirangkum oleh onislam.net, Berikut 10 hal untuk meyakinkan bahwa orang yang anda pilih untuk menghabiskan waktu seumur hidup bukanlah orang yang salah

Jangan Berharap Anda Bisa Mengubah Orang Setelah Menikah

Jika sebelum menikah anda menemukan sifat-sifat buruk yang tidak anda sukai, jangan harap anda bisa mengubahnya setelah menikah. Bisa jadi, sifat buruknya malah semakin menjadi dan semuanya semakin runyam.

Jangan Tertipu dengan Chemistry, Utamakan Karakter

Chemistry adalah perasaan nyaman yang terasa saat kita berdekatan atau berkomunikasi dengan seseorang. Hal ini memang bisa menentukan kenyamanan, namun chemistry saja tidak cukup untuk membangun rumah tangga. Intinya, kita tidak boleh jatuh cinta dengan buta. Kita tetap harus mengutamakan karakter sebagai penilaian utama.

Jangan Abaikan Kebutuhan Pasangan

Dalam hubungan, hal-hal kecil seperti pujian dan perhatian bisa menjadi kebutuhan utama. Dengan mengabaikan hal-hal ini, bisa jadi pasangan yang memang sudah orang yang tepat jadi meninggalkan anda.

Pastikan Anda dan Pasangan Punya Tujuan yang Sama

Dua orang yang menikah layaknya dua orang yang memutuskan untuk mengarungi lautan dengan perahu yang sama. Menikah dengan orang yang tidak memiliki tujuan yang sama dengan kita hanya akan menyebabkan kekacauan. Satu perahu tidak mungkin bisa pergi ke dua arah yang berbeda.

Hindari Hubungan Fisik Sebelum Menikah

Inilah pentingnya menghindari hubungan fisik sebelum menikah, apalagi sampai terlalu jauh ke seks sebelum menikah. Saat hubungan fisik sudah terjadi, kita bisa saja dikelabui oleh chemistry tadi. Komitmen yang disetujui dengan kesadaran penuh harus terjadi sebelum terjadinya hubungan fisik agar hubungan tetap sehat.

Perhatikan Hubungan Emosional

Ada beberapa hal yang harus anda tanyakan pada diri sendiri sebelum menikah.

Apakah anda mengagumi pasanganmu ini? Apakah anda mempercayainya? Apakah anda bisa merasakan kenyamanan? Apakah anda merasa damai bersamanya? Bisakah anda percaya kata-katanya? Bisakah anda jadi dirimu sendiri saat bersamanya? Jika anda belum yakin dengan jawabannya, berarti hubungan emosional belum terjalin.

(Baca juga: Buat Para Jomblo, Ini Kata Al-Qur’an Tentang Status Lajang)

Hindari Orang yang Berusaha Mengubah Anda Menjadi Orang Lain dan Mengontrol Anda dengan Amarah

Orang yang suka mengontrol anda dengan kemarahan adalah orang yang berpotensi melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Jadi, pastikan kita bersama orang yang bisa menerima kita sebagai diri kita sendiri dan tidak menyelesaikan masalah dengan amarah.

Keterbukaan antara Pasangan adalah Hal Utama

Keterbukaan harus dimulai sejak sebelum menikah, agar setelah menikah kita terbiasa untuk berbagi segala hal dengan pasangan. Mulai dari masalah pribadi, masalah keluarga, atau masalah sosial. Jika pasangan masih menutup-nutupi sesuatu, yakinkah anda bisa percaya padanya?

Pilih Orang yang Bahagia dengan Dirinya Sendiri

Kebahagiaan kita sendiri akan berpengaruh pada kebahagiaan orang yang bersama kita. Anda akan merasa bahagia dengan orang yang bahagia menjadi dirinya sendiri.

(Baca juga: Rasulullah Bersabda, Nikahlah Kalian, Meski dengan Mahar Cincin dari Besi)

Perhatikan Hubungan dengan Keluarganya

Saat menikah, kita bukan hanya menjadikan suami bagian dari keluarga, tapi juga seluruh keluarganya menjadi keluarga kita. Pilihlah orang yang bersikap baik dan menyayangi keluarganya, tapi hindari orang yang terlalu tergantung pada keluarga dan membiarkan keluarga mencampuri urusan pribadinya. Jangan sampai masalah keluarga

(Visited 19,107 times, 4 visits today)