Tatacara Membayar Fidyah dan Waktu Pembayarannya

2898 views
beras fidyah

Dailymoslem – Bagi umat muslim yang melewatkan puasa Ramadhan karena beberapa hal seperti haid, sakit, hamil atau lanjut usia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membayar puasa tersebut. Bisa dengan menggantinya di hari lain sesuai hari yang ditinggalkan, bisa juga dengan membayar fidyah sesuai hari yang ditinggalkan.

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

(Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Hutang Puasa Menumpuk Dari Tahun Ke Tahun?)

Sebanyak Apa Fidyah yang Harus Dibayar untuk Setiap Hari Puasa yang Ditinggalkan?

Jumlah fidyah yang harus dibayarkan untuk adalah setengah sho’ kurma, gandum atau beras sebagaimana yang dengan jumlah biasa dimakan oleh keluarganya (Lihat Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts wal Ifta’ no. 2772, 2503, 2689). Ukuran untuk satu sho’ adalah sekitar 2,5 atau 3 kg. Maka, untuk kehati-hatian kita bisa tentukan 1,5 kg untuk jumlah setengah sho’.

Jika kita memiliki hutang puasa sebanyak 7 hari, maka kita wajib membayarkan 1,5 kg beras kepada 7 orang miskin atau memberi makan satu orang miskin selama tujuh hari, dengan 1,5 kg beras setiap harinya.

Bagaimana Cara Membayarnya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membayar fidyah, yang terpenting adalah menerapkan aturan 1,5 kg beras untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Lebih bagus lagi jika 1,5 kg beras tersebut ditambahkan dengan lauk-pauknya baik yang sudah dimasak atau dalam bentuk mentahan.

Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk membayarkan fidyah.

Pertama, memberikan beras dan lauk-pauk yang belum dimasak kepada satu orang fakir miskin secara berturut-turut sesuai hari puasa yang ditinggalka. Bisa dengan mengundang orang tersebut untuk makan di rumah kita atau mengantarkan makanannya ke rumah mereka.

Kedua, membayarkan fidyah dalam waktu satu hari sekaligus kepada fakir miskin sejumlah hari puasa yang kita tinggalkan. Misalnya jika kita memiliki hutang puasa 7 hari, kita bisa mengundang 7 orang miskin untuk makan di rumah kita, atau mengantarkan makanan yang sudah dimasak atau siap dimasak ke 7 rumah orang miskin tersebut.

(Baca juga: Bolehkan Membayar Hutang Puasa Karena Haid dengan Fidyah?)

Kapan Harus Membayarkan Fidyah?

Fidyah dapat dibayarkan di hari itu juga ketika kita meninggalkan puasa, atau bisa diakumulasikan dan dibayarkan di akhir bulan Ramadhan. Bisa juga fidyah dibayarkan setelah habis bulan Ramadhan, misalnya di bulan Syawal atau bulan-bulan berikutnya. Namun, kita tidak boleh membayarkan fidyah sebelum Ramadhan. Misalnya ketika seseorang mengalami sakit atau hamil sehingga tidak bisa puasa, kemudian fidyah untuk membayar puasanya dibayar di bulan Sya’ban sebelum memasuki bulan Ramdhan. Hal ini tidak diperbolehkan.

Semoga bermanfaat!

Disarikan dari berbagai sumber.

(Visited 24,046 times, 2 visits today)