Mobil Peziarah Terbakar – Apakah Hukum Khususkan Ziarah Sebelum Ramadhan?

498 views
Kematian Itu Pasti, Malaikat Maut Kunjungi Manusia 70 Kali Dalam Sehari

Dailymoslem – Sebuah mobil sewaan terbakar saat hendak berziarah ke pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Beruntung tidak ada korban akibat kejadian ini, karena sebelumnya semua penumpang berhasil keluar sebelum api membesar.

Ya, menjelang Ramadhan seperti ini memang banyak sekali masyarakat yang melakukan ziarah kubur. ‘Mengunjungi’ sanak saudara yang sudah lebih dulu pergi ke alam setelah dunia. Bahkan kebiasaan ini telah menjadi sebuah ‘keharusan’ bagi sebagian orang di Indonesia. Bagaiamana pandangan Islam mengenai hal ini?

Tujuan ziarah dalam Islam adalah sebagai pengingat bahwa kematian suatu saat akan menjemput setiap manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ

Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim )

Berziarah kubur, hanya sebuah kegiatan untuk membantu mengingatkan diri bahwa dunia ini tidaklah abadi. Ada alam lain yang pasti harus kita lalui, dan tentunya kita harus memiliki bekal untuk menghadapi hal itu. Berziarah untuk mendoakan para ahli kubur memang tidak ada salahnya, namun hanya untuk mendoakan kita bisa melakukannya dimana saja. Tidak harus di depan kuburnya.

Islam tidak menganjurkan waktu tertentu dan cara tertentu untuk berziarah. Sehingga memiliki keyakinan bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk berziarah bisa dianggap sebagai sebuah kekeliruan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِى عِيدًا وَصَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِى حَيْثُ كُنْتُمْ

“Janganlah jadikan rumahmu seperti kubur, janganlah jadikan kubur sebagai ‘ied, sampaikanlah shalawat kepadaku karena shalawat kalian akan sampai padaku di mana saja kalian berada.” (HR. Abu Daud no. 2042 dan Ahmad 2: 367.) dinukil dari rumaysho.

Dalam ‘Aunul Ma’bud (6: 23) disebutkan, “Yang dimaksud ‘ied adalah perkumpulan di suatu tempat yang terus berulang baik tahunan, mingguan, bulanan, atau semisal itu.”

Hadits diatas menyimpulkan bahwa Rasulullah pun tidak menganjurkan untuk menjadikan makamnya sebagai tempat berkumpul dan berdoa. Karena doa yang ditujukan kepada beliau akan sampai meskipun dilantunkan dibelahan negara lainnya.

Oleh karena itu, keyakinan berziarah sebelum Ramadhan tidak diajarkan dalam Islam. Berziarah hanya untuk mengingatkan kita pada kematian, bukan sebuah kegiatan untuk meminta keselamatan apalagi kekayaan. Doakan keluarga yang telah berpulang dimanapun kamu berpijak, karena doa akan senantiasa terhubung dengan orang yang ditujukan. Wallahualam.

(Visited 317 times, 1 visits today)