Hukum I’tikaf Wanita Di Masjid

113 views Leave a comment
Hukum I'tikaf Wanita Di Masjid

Dailymoslem – Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, i’tikaf di masjid menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para pencari keridhaan Allah. Kaum Muslimin menghabiskan malam untuk beribadah di masjid, berlama-lama berdzikir dan berdoa memohon ampunan-Nya dan mengharapkan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu malam.

Muslim yang benar-benar mencari keridhaan dan keberkahan dari Allah pada bulan Ramadan ini pasti tidak ingin meninggalkan I’tikaf ini. Rasanya rugi jika tidak menjalankannya, karena tidak ada jaminan bahwa Ramadan tahun depan nyawa masih dikandung badan.

Sayangnya, bagi para wanita menjalankan I’tikaf tidak semudah para pria. Apalagi jika sudah memiliki anak. Satu sisi, keinginan untuk mengabdikan diri lebih lama pada Allah di 10 malam terkahir Ramadan sangat menggebu. Sisi lain, galau jika harus meninggalkan anak dirumah. Mengajaknya ke masjid pun belum tentu menjadi solusi terbaik, karena bisa jadi sang anak malah mengganggu kekhusyuan orang lain yang ber’itikaf.

Wanita melakukan I’tikaf ini dicontohkan oleh para istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sesuai dengan yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha,

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sepeninggalnya,” (Bukhari, Muslim).

Mengenai tempat I’tikaf untuk wanita memang terdapat beberapa pendapat. Imam Malik, Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal menyatakan bahwa tidak sah I’tikaf seorang wanita jika tidak dilakukan di dalam masjid. Ketentuan ini, sama dengan yang ditetapkan pada kaum laki-laki.

Namun ada juga hadits yang menyebutkan bahwa wanita lebih baik beribadah di dalam rumah. Hal ini diriwayatkan Abu Daud yang sanadnya sesui dengan persyaratan Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Janganlah kalian larang kaum wanita untuk pergi ke masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.’’

Dalam hal ini Abu Daud meriwayatkan dengan sanad sesuai persyaratan Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Shalatnya seorang wanita di dalam rumahnya adalah lebih baik baginya ketimbang shalat di kamarnya, dan shalatnya pada ruangan tertentu dari bagian rumahnya adalah lebih baik baginya ketimbang shalat dalam rumahnya (yakni di ruang terbuka yang digunakan untuk lewat mondar-mandir).

Bahkan, elompok mazhab Abu Hanifah justru malah menyatakan makruh hukumnya kaum wanita ber i’tikaf di dalam masjid. Maulana Muhammad Al-Kandahlawi dalam Fadhail Ramadhan juga mendukung pendapat kedua.  Menurut dia, hendaknya wanita ber i’tikaf di dalam mushalla di dalam rumahnya.

Disamping itu, wanita yang memang mengejar keridhaan Allah dan ingin kaffah dalam menjalankan Ibadahnya harus paham bahwa memenuhi hak suami dan juga anak-anaknya bisa jadi sama atau bahkan lebih besar daripada I’tikaf di masjid.

Baca juga:

Keistimewaan Doa Lailatul Qadar Yang Diajarkan Rasulullah SAW

8 Aktivitas Penjemput Lailatul Qadar Untuk Wanita Yang Sedang Haid

Cara Mendapat Malam Lailatul Qadar dan Ciri Orang Yang Telah Mendapatkannya

(Visited 55 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS