Yuk Makmurkan Mesjid Agar Tak Ada Lagi Yang Bilang ‘Rekaman Ngaji Itu Polusi Suara’

488 views
insra miraj

Dailymoslem – Hebohnya berita tentang Jusuf Kalla yang melarang pemutaran kaset mengaji di mesjid-mesjid memang menimbulkan banyak sekali komentar dari masyarakat. Banyak masyarakat yang menghujat habis-habisan tentang perkataan sang wakil presiden yang menyebutkan bahwa rekaman mengaji adalah sebuah polusi suara.

Kita sudah buat rumusan di Dewan Masjid, mengaji tidak boleh pakai kaset,” Lontar JK saat membuka ijtima’ ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah Cikura Tegal Jawa Tengah, Senin (8/6). Demikian tulis beberapa media.

Pertanyaannya kalau yang mengaji kaset apakah mengaji dapat pahala, kita jadi terganggu, terjadi polusi suara,” lanjutnya.

JK juga memberikan penjelasan mengenai hal ini di kantor Wakil Presiden, Selasa (9/6)

Bukan soal pengajiannya. Soal manfaatnya dari sisi agama itu pengajian kaset mustinya pengajian yang langsung orang dan jangan terlalu lama, jangan sampai jam 4 pagi waktunya. Jadi bagaimana agama itu dilaksanakan dengan syahdu,” Paparnya.

Menanggapi hal ini, Ustadz Yusuf Mansyur yang notabene suaranya sering terdengar melantunkan ayat suci Al-Quran mencuitkan sesuati di twitter pribadinya.

twit yusufTerlihat sang ustadz tidak berkenan terhadap perkataan Wakil Presiden tersebut. Ia menyindir dengan meminta maaf atas suara-suara yang terdengar dari mesjid, suarau ataupun langgar terdengar mengganggu.

Sebenarnya, jika kita tanggapi dengan kepala dingin pernyataan JK yang neyeleneh tersebut memiliki tujuan yang baik. Sekarang banyak orang yang tidak terpanggil untuk memakmurkan mesjid. Lebih asik dengan gadget atau perkara dunia lainnya. Meskipun banyak qari dengan suara teramat indah namun mereka tak tersebar merata di seluruh penjuru Indonesia. Namun disamping itu semua, perkataan JK mengenai ‘rekaman ngaji itu polusi suara’ benar-benar tak bisa diterima.

Pemutaran rekaman mengaji di mesjid-mesjid memiliki tujuan untuk mengingatkan khalayak banyak untuk bangun pagi, sebelum subuh. Hal tersebut juga disampaikan oleh etua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Prof. Dr. KH Ahmad Satori Ismail.

Karena masyarakat masih butuh untuk diingatkan bangun pagi, maka sering kali beberapa masjid memperdengarkan ayat-ayat Al Qur’an di masjid agar jamaah cepat bangun,” ujarnya.

Lebih lanjut Satori mengingatkan pemerintah agar lebih baik memperbaiki masalah ekonomi daripada mengungkit hal-hal yang sudah baik seperti kaset ngaji.

“Saya kira hal-hal yang seperti itu sudah baik, jangan diungkit-ungkit kembali. Justru sekarang ini yang perlu dipikirkan kembali adalah bagaimana agar bangsa ini terlepas dari problematika ekonomi, bukan masalah-masalah kecil seperti itu,” sarannya.

Memang, pahala mengaji langsung mungkin lebih besar dibanding dengan memutar ‘rekaman’ mengaji’ seperti yang disebutkan JK. Namun, yang harus dicatat adalah banyak orang-orang yang merasa tenang saat suara rekaman tersebut diperdengarkan. Rumah yang tadinya terasa sangat mencekam dimalam hari, barangsur menghangat seiring diperdengarkannya rekaman mengaji tersebut.

Satu lagi yang penting, orang-orang yang dengan tenang mendengarkan lantunan bacaan Al-Quran mendapatkan pahala juga. Sembari menyiapkan barang dagangan untuk dijual, mereka mendengarkan lantunan Al-Quran yang diputar di surau dan mesjid-mesjid. Daripada mendengar sura dengkuran orang atau malah lagu-lagu duniawi lebih baik mendengarkan rekaman mengaji tersebut.

Alangkah baiknya, kita sesama umat muslim saling mentafakkuri apa yang sedang terjadi. Jangan sekalipun memandang masalah dari satu sisi saja, lihat sisi lain. Lebih baik, ambil hikmahnya. Misalnya, dengan adanya masalah ini umat muslim menjadi lebih tergerak hatinya untuk memakmurkan mesjid. Belajar mengaji lebih baik lagi, agar kita bisa bergantian mengaji di mesjid untuk membangunkan jemaah shalat subuh, atau menyiapkan jemaah di waktu shalat lainnya.

Insya Allah kedamaian di muka bumi akan kita dapatkan dengan saling memahami satu sama lain.

(Visited 305 times, 1 visits today)