Yaampun Saya Masih Punya Hutang Puasa Tahun Lalu!

1829 views

Dailymoslem – Shaum saat bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah yang diwajibkan bagi mereka yang mengaku seorang muslim dan mengimani Allah serta Rasul-Nya. Shaum atau puasa sendiri adalah menahan segala hawa nafsu, makan dan minum dari terbitnya matahari hingga tenggelamnnya matahari. Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Dalam hal ini, Allah memperbolehkan orang-orang yang tidak mampu menjalankannya untuk tidak berpuasa. Misalnya seseorang yang sedang sakit, dalam perjalanan atau sedang haid. Dengan catatan harus menggantinya di waktu lain di luar bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

Bukankah jika haid dia tidak shalat dan puasa? Kami katakana, Ya” (HR Muslim)

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman

Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Q.S Al-Baqarah: 184)

Sampai kapan kita dapat membayar hutang puasa Ramadhan? Para ulama sepakat mewajibkan seseorang yang mempunyai hutang qadha untuk melunasinya sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya. Hal tersebut berdasarkan keterangan Aisyah Radhiyallahu Anha:

Dulu saya pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, namun saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam beberapa riwayat muslim hadits tersebut memilki tambahan,

Karena beliau sibuk melayani Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam”

Riwayat tersebut dijelaskan bahwa Aisyah adalah istri tercinta Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ia selalu siap sedia untuk melayani suaminya, kapanpun suaminya datang. Olehkarena itu, beliau mengakhirkan qadhanya sampai bulan sya’ban dan itulah kesempatan terakhir untuk qadha.

Dari keterangan-keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa kita harus meng-qadha puasa Ramadhan sebelum bertemu dengan Ramadhan selanjutnya. Waktu yang paling lambat untuk melunasi hutang puasa adalah bulan sya’ban.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjut bertemu Ramadhan padahal belum sempat melunasi hutang puasa? Jika memang alasan meninggalkan puasa tersebut adalah karena sakit keras maka seseorang tersebut diperbolehkan untuk mengganti puasanya di hari lain atau dengan fidyah jika memang benar-benar tidak mampu.

Namun, jika meninggalkan puasa bukan karena sakit melainkan meremehkan shaum di bulan Ramadhan, Jumhur ulama mengatakan ada tiga hukum atas kasus seperti itu:

  1. Hukum qadha tidak hilang. Ia harus mengganti puasanya tahun lalu meskipun telah menemui bulan Ramadhan yang baru.
  2. Wajib melakukan taubat. Meninggalkan puasa karena meremehkannya adalah sebagai wujud pembangkangan terhadap Allah karena Allah telah jelas mewajibkan puasa di bulan Ramadhan. Sehingga menunda qadha termasuk kedalam dosa.
  3. Beberapa ulama menyatakan bahwa seseorang dengan kasus seperti ini harus membayar fidyah. Seperti yang dijelaskan oleh As-Syukuni:
     “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin”, hadis ini dan hadis semisalnya, dijadikan dalil ulama yang berpendapat bahwa wajib membayar fidyah bagi orang yang belum mengqadha ramadhan, hingga masuk ramadhan berikutnya.”  Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama, dan pendapat yang diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Abu Hurairah.
    Ulama lainnya berpendapat bahwa orang tersebut hanya diwajibkan meng-qadha dan tidak membayar fidyah. Pendapat ini dibenarkan oleh An-Nakhai, Abu Hanifah dan para ulama Hanafiyah. Mereka mendasarkan pada firman Allah:
    Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain (Q.S Al-Baqarah: 184) 

    Mereka berpandangan bahwa dalam ayat tersebut tidak mencantumkan wajib untuk membayar fidhyah, sehingga berpendapat bahwa seseorang yang masih memiliki hutang puasa tahun lalu hanya wajib melunasinya dengan berpuasa saja.

 

(Visited 1,549 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]
RELATED ITEMS