Waspadai Kelemahan Kulit Orang Asia Berikut Ini

117 views Leave a comment
Waspadai Kelemahan Kulit Orang Asia Berikut Ini

Dailymoslem – Orang Asia cenderung memiliki penampilan yang lebih awet muda ketimbang orang-orang dari belahan dunia lain seperit Afrika, Amerika atau Eropa.

Namun, kulit orang Asia juga memiliki kelemahan tersendiri, yaitu kulit yang mudah berbekas saat luka, sebagaimana dituturkan Irena Sakura Rini, Dokter Spesialis Bedah Plastik Omni-Hospitals, dilansir dailymoslem.com dari marketeers.com.

“Kulit orang Asia termasuk, Tiongkok, Melayu, Mongolia dan India, memiliki lapisan dermis yang lebih tebal dan melanin yang lebih banyak, sehingga apabila terjadi luka lebih sulit sembuh dan mudah membekas,” ujar Irena.

Menurut dokter yang akrab disapa Ira ini, masyarakat perlu memahami permasalahan luka pada kulit yang dapat lebih mudah meninggalkan bekas bagi orang Asia. Kulit orang Asia memiliki kecenderungan pembentukan bekas luka dan hyper-pigmentation. Oleh karena itu, hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah pencegahan timbulnya bekas luka di kulit.

Upaya pencegahan luka juga berbeda-beda tergantung jenis luka yang dialami. Misalnya, luka jenis hypertrophic scars, yaitu jaringan parut yang menebal tapi tidak melebar akan hilang dengan dilakukan operaasi, pressure therapy, terapi berbasis silikon, corticosteroid injenctions, laser dan radiotheraphy.

Kebanyakan jenis bekas luka yang dipahami masyarakat adalah keloid, yaitu bekas luka yang meninggalkan bekas timbul di wajah.

“Sering muncul salah persepsi di masyarakat mengenai jenis bekas luka ini. Mereka sering menganggapnya sebagai keloid, padahal berbeda,” tutur Ira.

Untuk jenis bekas luka keloid, pertumbuhan jaringan parut melebihi luka asli dan tidak bisa hilang dengan sendirinya. Jenis bekas luka ini akan bertahan setidaknya enam bulan dan memberi rasa gatal. Untuk jenis luka ini, diperlukan perawatan corticosteroid injections, cryotheraphy, radiotheraphy dan operasi.

“Pemberian suntik kortikosteroid, pada penderita keloid harus dilakukan oleh dokter ahli, bukan perawat atau di dalam klinik kecantikan yang tidak memiliki dokter ahli,” tambah Ira.

(Visited 115 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS