Wanita Ini Hampir Kehilangan Penerbangan Karena Mengetik Kata “Allah” Dalam Ponselnya

399 views Leave a comment
Jiva FI

Dailymoslem – Banyaknya kabar yang menyebutkan bahwa Islam merupakan agama teroris, menyebabkan banyak masyarakat di dunia ketakutan jika bertemu atau berurusan dengan umat Muslim. Mereka yang tidak mengetahui agama Islam dengan baik atau tidak memiliki pengalaman yang bersinggungan dengan agama dien ini pasti langsung yakin bahwa seluruh umat Muslim adalah sebuah ancaman bagi keselamatan.

Hal ini dialami oleh seorang muslim traveller, Jiva Akbor. Dalam perjalan udaranya ke Malaga dari Glasgow untuk menjumpai Syeikh Abdullah Hakim yang sedang melakukan tur singkat di Spanyol, Jiva mengalami pengalaman mengejutkan. Dalam akun facebooknya, Jiva menceritakan bahwa penumpang non-Muslim yang duduk di sampingnya meminta pindah tempat duduk setelah ia melihat Jiva mengirim pesan berbahasa arab melalui telepon pintarnya.

Jiva1

Saat itu, Jiva mengirimkan pesan sebagai tanda turut berduka cita atas hilangnya mobil yang dimiliki oleh temannya di London. Dalam pesan singkatnya ia menulis “HasbiAllahu la ilaaha illaahu alayhi tawakaltu may Allah make the day easy for you all!”

HasbiAllahu la ilaaha illaahu alayhi tawakaltu, semoga Allah membuat harimu lebih mudah!”

Tak lama berselang, wanita non-Muslim disebelahnya mengisyaratkan jika ia ingin beranjak dari tempat duduknya. Awalnya, Jiva berpikir bahwa wanita tersebut hanya ingin pergi ke kamar mandi dan ia pun memberikan jalan. Namun saat kembali, wanita tersebut tidak langsung duduk. Jiva yang sudah bersiap memberikan jalan malah dibuat bingung, karena perempuan tersebut hanya berdiri dan terlihat panik.

Dua orang pramugari kemudian mendekat dan mempersilahkan wanita Non-Muslim tersebut segera duduk, namun hal itu masih belum membuatnya beranjak dari tempatnya. Dalam kondisi canggung seperti itu, sang wanita tiba-tiba berkata.

“I saw you write a text message and you wrote Allah on it”.’

Detik itu Jiva paham bahwa wanita tersebut sedang menganggapnya sebagai ancaman dan ia tak percaya dengan apa yang didengarnya. Saat itu Jiva berpikir bahwa ini masalah cukup besar untuk semua Muslim di dunia. Bukan hanya bisa kehilangan penerbangan, namun masyarakat Muslim pun akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat luas.

The thought of all the other incidents recently that had been circulated of other Muslim passengers being judged and removed and heckled came flooding into my head. And the thought, my biggest fear (other than missing my flight altogether!) was playing out in front of my eyes. A solo Muslim lady traveller and this is actually happening.”

Beruntungnya, sang wanita tiba-tiba dapat membuka pikirannya dan terlihat merasa bersalah. Dalam keadaan gugup dan sedikit gemetar, wanita non-Muslim itu akhirnya kembali ketempat duduknya. Saat itulah Jiva berusaha menjelaskan bahwa kata Allah yang ditulisnya dalam pesan singkat merupakan bahasa lain dari Tuhan.

Dari pembicaraan yang dilakukan Jiva dengan wanita yang diketahui bernama Beverley, diketahui bahwa Islamophobia sudah sangat menyebar dan memperparah pandangan pada Islam. Bev mengatakan bahwa ia berpikir Jiva mengirim semacam pesan terakhir dan itu membuatnya takut.

“I asked her, ‘So you saw me writing the word ‘Allah’ and what was the exact thought in your head?’ and she said, ‘I just thought what if this was like the last message you’re sending…’ and I laughed, And with each laugh, she apologised.”

jiva 3

Dengan perlahan, Jiva akhirnya dapat membuat Bev percaya bahwa ia dan Muslim kebanyakan bukanlah teroris yang harus ditakuti. Jiva juga menganjurkan Bev untuk sering bersosial dengan masyarakat Muslim agar mengetahui jati diri Islam yang sebenarnya.

 

(Visited 335 times, 1 visits today)