Wah, Ternyata Produk Kain dan Pakaian Juga Perlu Sertifikasi Halal!

143 views Leave a comment
Wah, Ternyata Produk Kain dan Pakaian Juga Perlu Sertifikasi Halal!

Dailymoslem – Selama ini, kita mungkin hanya tahu sertifikasi halal pada produk makanan karena efeknya yang langsung masuk ke dalam tubuh. Namun tak hanya itu, produk kain atau pakaian juga ternyata perlu untuk mengantongi sertifikat halal.

Kasus pelembut pakaian yang diisukan mengandung bahan dari lemak babi beberapa waktu lalu memberikan sentimen tersendiri di kalangan masyarakat untuk melabeli produk kain dan pakaian dengan sertifikat halal, mengingat penggunaan softener atau pelembut juga dilakukan dalam proses pembuatan kain di pabrik, seperti dilansir dari Halhalal, Kamis (17/12).

Bagaimana bisa kain menjadi tidak halal?

Untuk lebih jelasnya, berikut ini video proses pembuatan kain dari tenun benang hingga siap dipasarkan.

Dalam proses tersebut, sebelum ditenun benang diberi kanji dengan tujuan agar benang-benang tersebut lebih mudah ditenun dan tidak saling bergesekan hingga putus. Setelah proses tenun selesai, kandungan kanji dalam kain harus dihilangkan agar kain bisa lebih menyerap warna dalam proses pewarnaan nanti.

Nah, untuk membersihkan kanji tersebut, pabrik kain biasanya mencuci kain dengan menggunakan enzim yang berasal dari nabati dan hewani. Jika enzim tersebut berasal dari enzim hewani, ada kemungkinan enzim yang digunakan berasal dari babi, karena enzim dari babi ini merupakan yang paling lembut.

Setelah itu, seperti kita lihat di video, kain dicuci berulang kali selama 6 jam. Dalam proses ini, bisa saja enzim yang mungkin berasal dari babi tersebut hilang tercuci, tapi bisa juga tidak, wallahu ‘alam. Setelah itu, kain melewati proses pewarnaan hingga menjadi bentuk yang siap dipasarkan.

Proses terakhir, kain dicuci lagi lengkap dengan pemberian softener agar lebih lembut dan wangi. Dalam softener inilah kemungkinan terdapatnya kandungan lemak babi, seperti pengakuan pihak produsen pelembut pakaian Downy Amerika yang membenarkan bahwa dalam softener yang mereka produksi mengandung bahan lemak babi.

Di proses pencucian kanji dengan menggunakan enzim, kandungan enzim yang (kemungkinan) berasal dari babi tersebut mungkin saja hilang dalam proses pencucian yang hingga berulang kali. Namun, setelah proses pencucian terakhir dengan menggunakan softner ini kain langsung dikeringkan dan dikemas untuk dipasarkan.

Jika pelembut pakaian yang dijual di pasaran saja mengandung lemak babi, maka tak menutup kemungkinan softener yang digunakan oleh pabrik kain juga mengandung lemak babi. Namun, tidak semua softener mengandung lemak babi. Seperti produsen Downy Malaysia yang menyatakan bahwa dalam proses pembuatannya, Downy di Malaysia tidak menggunakan lemak babi meski belum mengantongi sertifikat halal. 

Senada  dengan pihak Downy Malaysia, pihak Downy Indonesia juga menyatakan bahwa mereka memiliki komposisi yang berbeda dengan Downy Amerika. Inilah pentingnya sertifikasi halal pada kain untuk memastikan bahwa produsen kain atau pakaian yang kita gunakan tidak menggunakan bahan kandungan babi dalam proses pembuatannya.

Lalu, kenapa kain juga harus halal? Bukannya kain tidak akan kita konsumsi dan masuk ke dalam tubuh?

Melansir dari halhalal.com, menempelnya zat babi pada pakaian dapat berdampak pada ibadah yang kita lakukan pada saat menggunakan pakaian tersebut, mengingat salah satu syarat sahnya ibadah adalah suci badan, pakaian dan tempat.

Nah, bagaimana menurut Muslim Friends? Pentingkah kita mempertimbangkan kehalalan pakaian atau kain yang kita gunakan sehari-hari? Share pendapat kamu di kolom komentar, ya!

(Visited 394 times, 1 visits today)