Tukang Gibah = Pemakan Bangkai Sodaranya Sendiri

1137 views

Dailymoslem – Assalamualaikum sholeh wa sholeha! Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung dapat masuk dan bahagia dalam jannah-Nya. Hidup dan merasakan kenikmatan super sempurna didalam syurga adalah mimpi dan tujuan setiap manusia. Untuk mencapainya pun, kita hanya cukup menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sayang, banyak sekali manusia yang terjerumus pada jebakan-jebakan halus syaiton nirozim. Jebakan tersebut memang di setting sedemikian rupa hingga presepsi ‘salah dan benar’ menjadi ambigu. Salah satunya adalah dengan menyeret seseorang untuk membicarakan orang lain.

Ghibah. Ya, ghibah adalah membicarakan tentang kejelekan orang lain, saat orang yang bersangkutan tidak melihatnya. Tidak jarang, ghibah ini dipoles menjadi lebih halus sehingga tidak disadari bahwa hal tersebut merupakan dosa yang cukup besar.

Ber-ghibah itu sama saja dengan menginjak-nginjak harga diri saudaranya sesama muslim. Ber-ghibah juga membuat kita sangat merugi di akhirat kelak. Bayangkan, saat kita morat-marit karena amal tak cukup untuk mengantarkan kedalam syurga kemudian datang si fulan yang dulu pernah kita ghibahkan. Si fulan tersebut meminta amalan kita sebagai ganti rugi karena pernah ber-ghibah tentang dirinya. Apa yang akan kita lakukan? Sementara jika amal kita tak mencukupi maka dosa-dosa si fulan akan dibebankan kepada diri kita. Maka nerakalah tempat kita berpulang kemudian. Naudzubillah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

Siapa yang pernah mendzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah) atau mengambil sesuatu yang menjadi milikinya hendaknya dia meminta kehalalannya dari kedzaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan diirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukuran kedzaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Sungguh hanya kerugian yang didapatkan dari membicarakan keburukan orang lain. Bukankah membicarakan dengan orang yang bersangkutan tentang unek-unek yang kita rasakan, akan lebih memberikan solusi? Daripada kita mengungkapkan kejelekannya dibelakang. Bukannya mendapatkan jalan keluar malah menabung dosa bak memakan bangkai sodaranya sendiri.

Jika kita selama ini pernah melakukannya atau bahkan sering. Yuk sama-sama kita hentikan. Mulailah perbaiki diri dan hindari ghibah sekecil apapun dan bagaimanapun bentuknya. Minta maaflah pada orang yang pernah kita ghibahkan, dan berdoalah kepada Allah karena sebesar apapun dosa kita insha Allah akan diampuni selama kita berjanji tak mengulanginya lagi. Sungguh Allah Maha Pengampun.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

(Q.S Al-Hujurat: 12)

(Visited 2,218 times, 1 visits today)