Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah Di Indonesia

177 views Leave a comment
Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah Di Indonesia

Dailymolsem – Tanggal 12 Rabiul Awwal diperingati umat Muslim sebagai Maulid nabi, atau hari lahirnya Nabi Muhammad, nabi penutup yang menyempurnakan wahyu ajaran Islam.

Di Indonesia sendiri sebagai negara yang bermayoritas penduduk Muslim, terdapat berbagai tradisi untuk merayakan momen Maulid Nabi ini yang disesuaikan dengan kearifan budaya lokal masing-masing. Berikut ini beberapa tradisi Maulid Nabi si berbagai daerah di Indonesia.

Banten

Masjid-banten

Masyarakat Banten biasanya merayakan Maulid Nabi kompleks Masjid Agung Banten sambil berziarah ke makam sultan-sultan yang ada di kompleks masjid tersebut. Beberapa masyarakat juga percaya bahwa jika mereka berendam di kolam di kompleks masjid tersebut, mereka bisa mendapat berkah. Tak jarang masyarakat membawa pulang airnya yang dipercayai sebagai obat.

Cirebon

sg

Makam salah seorang wali songo, yaitu Sunan Gunung Djati selalu dipenuhi peziarah setiap tanggal 11-12 Rabiul Awwal. Di hari tersebut juga biasanya diadakan upacara Panjang Jimat, yaitu memandikan pusaka-pusaka keraton peninggalan Sunan Gunung Djati di Keraton Kasepuhan. Beberapa masyarakat percaya air bekas cucian tersebut bisa membawa berkah.

Yogyakarta dan Surakarta

j21

Di kedua kota yang kental dengan ritual kerajaan ini, perayaan Maulid Nabi sedikit lebih meriah daripada di tempat-tempat lain. Perayaan yang dikenal dengan nama Sekatan ini dimulai sejak tanggal 5 Rabiul Awwal dengan memindahkan dua gamelan yaitu Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu dari bangsal Sri Manganti ke bangsal Ponconiti, kedua gamelan itu kemudian dinyalakan sore harinya.Malam harinya sekitar pukul 23.00 hingga 24.00, gamelan ini dipindahkan lagi ke halaman Masjid Agung.

Acara kemudian berpuncak pada tanggal 12 Rabiul Awwal dengan perayaan Grebeg Mulud, yaitu parade pengawal kerajaan yang membawa Gunungan, yaitu berbagai makanan berupa sayur, beras dan ketan yang dibentuk seperti nasi tumpeng. Makanan ini kemudian dibagikan di halama Masjid Agung pada masyarakat.

Blitar2514343_Pradah

Maulid Nabi di Blitar diperingati dengan upacara Siraman Gong Kyai Pradah, yaitu memandikan pusaka peninggalan Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Pusaka ini juga merupakan sennjata terakhir milik sang Prabu.

Dari beberapa kebiasaan di atas, terlihat bahwa Maulid Nabi dimaknai masyarakat untuk memperingati perjuangan penyebaran agama Islam dari Nabi Muhammad dan juga tokoh-tokoh lain di bawahnya. Untuk beberapa kepercayaan tertentu, hanya Allah yang mengetahui. Wallahu ‘Alam Bishawab.

(Visited 200 times, 1 visits today)