Ternyata Ini yang Menyebabkan Mie Instan Tak Sehat Dikonsumsi

296 views Leave a comment
Ternyata Ini yang Menyebabkan Mie Instan Tak Sehat Dikonsumsi

Dailymoslem – Isu mie instan tak sehat sebenarnya sudah sering kita dengar sejak lama, hanya saja penyebabnya yang masih simpang siur dan tak jelas.

MSG dan kandungan lilin yang seringkali dituduh menjadi penyebab tak sehatnya mie instan ternyata hanya isapan jempol semata, bukan itu yang menyebabkan mie instan tak sehat. Air rebusan yang kerus setelah mie instan direbus bukanlah karena kandungan lilinnya, melainkan karena minyak, karbohidat dan tepung-tepung dari mie instan yang sudah diproses sebelumnya keluar karena air rebusan yang panas.

Sebelum dibungkus dalam bentuk mie yang keras, proses pembuatannya adalah dengan cara digoreng. Inilah yang menjadi salah satu alasan mie instan tak sehat dikonsumsi, karena pada dasarnya semua makanan yang dimasak dengan cara digoreng tidaklah sehat.

“Mau mi rebus atau mi goreng, semuanya dibuat dengan cara digoreng. Itu cara paling murah dan umum dilakukan,” kata Susan STP, MSC, selaku Head of Nutrifood Research Center, di Jakarta, dilansir dari health.kompas.com.

Selain karena proses pembuatannya yang digoreng, mie instan juga dianggap tak sehat karena kandungan garamnya yang tinggi, yang disangka kebanyakan orang adalah kandungan MSG. Padahal, kandungan garam dalam mie instan lebih tinggi dari kandungan MSG itu sendiri.

“Semua mi instan kan gurih, itu karena garamnya tinggi. Tetapi, orang menganggapnya karena MSG,” kata ahli nutrisi yang mengambil studi dari Biotechnology-specialization Food Tech and Bioprocess Technology Wageningen University, Belanda, ini.

Dalam satu porsi mie instan, terkandung kira-kira 50-60 persen dari kebutuhan sodium kita per hari. Konsumsi mie instan yang berlebihan tentu akan berakibat pada konsumsi garam berlebihan yang bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti kegemukan atau peningkatan tekanan darah.

“Kalau sedang pengin banget, ya dibarengi dengan makan sayur juga. Jadi enggak cuma karbohidrat saja,” tambah Susan.

(Visited 432 times, 1 visits today)