Surat Terbuka Untuk Mengamini Cuwitan Prisa Nasution

3142 views Leave a comment

Dailymoselem – Belajar untuk lebih bijaksana. Mungkin hal itu memang sudah seharusnya kita lakukan mulai saat ini. Mudahnya mengeluarkan opini pada akun pribadi membuat siapa saja harus lebih mawas diri. Niatnya hanya curhat, malah melukai hati banyak umat.

Seperti yang menimpa artis cantik Prisa Nasution. Bermaksud curhat di media sosial, malah jadi menyinggung dan menyakiti golongan agama tertentu. Apalagi saat ini masalah agama tengah menjadi sorotan dan memiliki sensitifitas tersendiri. Dalam cuwitannya, ia menanyakan mengapa orang-orang Indonesia yang mengikuti cara berpakaian orang Arab (Muslim), tidak pindah kewarganegaaran ke Arab saja.

Prisa nasution menyuruh umat islam pindah ke arab

Sontak cuwitan tersebut menuai kritikan keras dari masyarakat Indonesia. Kebanyakan, netizen mengaku kecewa terhadap apa yang disampaikan oleh wanita kelahiran Jakarta, 32 tahun lalu ini. Salah satunya adalah sebuah surat yang dibuat oleh seorang perawat asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.

Dalam surat yang di unggah oleh akun Misbah Abu Ahmad Demba ini seolah-olah mengamini agar umat Islam yang di sindir Prisa dapat pindah ke Arab Saudi. Bukan karena setuju dengan sindiran tersebut, melainkan karena tinggal di Arab Saudi merupakan mimpi dari berjuta-juta umat Islam di dunia. Berikut kutipan lengkapnya.

Dear mba Prisia Nasution.

Saya ngga tau mba itu bintang film atau sinetron. Soalnya sudah lama pensiun nih pelototin black box kecuali ada momen sepakbola dan Bulutangkis.

Soal saran mba buat kaum muslimin pindah ke arab saya sepakat sekali. Terutama di Saudi Arabia. Adalah mimpi setiap orang yang pernah bersyahadat untuk datang mengitari Ka’bah sambil memanjatkan zikir “Labbaika allahumma labbaik”

Tahu ngga mba sudah kurang lebih dua tahun saya disini sebagai perawat. Dengan gaji 7 kali lipat dibanding rekan sejawat non PNS di tanah air. Apalagi yang di Emirate, Qatar dan Kuwait lebih gede lagi penghasilannya, bisa nyampe 30 jutaan lho. Subhanallah, orang Arab dermawan mba ya.

Oh ya mba. Klien saya disini mayoritas difable. Pernah suatu hari ada yang dijenguk orangtuanya. Karena Ga sabaran saat didandani, dia lari keluar tidak pake sandal. Bapaknya lalu komplain, dan tidak main-main langsung ke General manager. Setelah mendengar penjelasan saya sang GM cuma manggut-manggut, menepuk pundak saya sambil berkata

“Be carefull next time, Thank you for taking care our patients”

Speechless. Padahal saya dah bayangkan bakal dimarahi trus dihukum. Eh malah sang pimpinan ngucapin terima kasih. Ngga kayak Gubernur yang Sono. Ngamuk banting kursi, tendang tempat sampah, teriak teriak GA jelas, padahal tidak ngerti esensi masalah. Akting antagonisnya keren. Maklumlah mantan pemain sinetron. Temennya mba ya?

Mayoritas tenaga kesehatan sini orang Asing lho mba ada dari Filipina, India, malah yang rumah sakit besar Nursing directornya kadang bule. Jadi kan enak buat ngobrol en sharing tentang kondisi negara masing-masing trus nambah wawasan global. Eh tahu ngga mba mereka bilang apa tentang Saudi Arabia?

“Saya lebih senang disini dibanding negara saya. Disini lebih aman, gajinya banyak, bensin murah, trus ngga ada pajak. Jadi uang kita ya buat kita sendiri, ngga dipalakin seenaknya sama pemerintah”

Trus yang lain lagi menambahkan.
“Sejak di Saudi kerja saya bisa nabung, soalnya di kampung pasti habis buat dugem dan minum alkohol”

Trus saya nanya balik.
“Lo ngga masalah disini ngga ada gereja, kan ngga bisa ibadah?”

“Ya ngga masalah, kan itu kebijakan pemerintah Saudi, harus kami hormati, diterima kerja disini aja sudah syukur”

Mereka juga tidak ngomel, saat mau belanja dan semua toko tutup saat azan, tidak update status ngga jelas apalagi demo “Hormati yang tidak sholat”

Ada yang pernah cerita ngga mba? Ramadhan di Arab tuh bener bener bulan berkah. Ngga sepeser pun uang kami keluar buat beli makan. Semua tersedia gratis di mesjid, lengkap dengan susu, buah dan jus segar. Dimana mana orang pribumi sedekah. Malah kulkas penuh daging selepas Hari raya. Bisa buat bekal sebulan, padahal masih sisa puasa kemarin lho.

Pas hari Id kemarin mba. Sang imam menjamu kami di mesjid. Dengan teh dan kue kue kecil buat semua jamaah, lalu memeluk hangat kami satu satu sambil berucap

“Taqabballahu minna wa minkum Yaa akhi”
(Semoga Allah menerima ibadahku dan ibadahmu saudaraku)

Padahal mayoritas jamaahnya pendatang lho mba, dari Indonesia, Filipina, India, Pakistan, Bangladesh, Yaman, Suriah, Mesir, Afghanistan dan Sudan. Sang imam memperlakukan kami layaknya saudara. Ya.. Kami saudaranya seiman dan seaqidah.

Jadi ya.. Ucapan mba kemarin itu saya anggap doa aja. Mudah-mudahan semua kaum muslimin bisa menginjakkan kaki di Arab minimal sekali seumur hidup. Umroh, haji, ziarah ke makam nabi dan sebagainya.

Kalo boleh kasih saran mba. Sebagai muslim tuh kita harus bangga dengan identitas kita. Yang namanya Rasul dan Quran diturunkan di Arab wajar kan kalo Islam itu identik dengan Arab. Malah perjuangan kemerdekaan bangsa kita tuh selalu diiringi pekikan takbir.

Belajar lagi mba ya soal Islam, trus Aurat juga tuh ditutupin. Sayang kan cakep cakep malah kena jilatan api neraka gara gara tidak berhijab. Kalo mba tidak tutup aurat di akhirat nanti yang diminta tanggung jawab bukan cuma mba seorang. Tapi Ayah dan suami juga kena getahnya.

Mudah-mudahan mba Prisia senantiasa menjadi muslimah yang lebih baik. Aamiin

Wallahu alam

Dammam KSA
Menjelang tidur saat suhu mencapai 13°C

Saat ini surat tersebut telah dibagikan lebih dari 19juta kali dengan ribuan komentar yang terus bertambah. Semoga apapun yang terjadi belakangan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bijaksana dalam memandang masalah dan menyikapinya.

(Visited 1 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]