Subhanallah, Mantan Pendeta Kristen Jelaskan Alasannya Peluk Agama Islam

4860 views

Dailymoslem – Seperti yang kita ketahui, bahwa Allah memiliki hak perogatif untuk menunjuk siapa saja yang berhak mendapatkan hidayah-Nya. Allah tidak melulu memberikan hidayah kepada orang yang terlahir pada keluarga muslim saja, melainkan pada orang yang tidak percaya bahkan membenci Islam.

Sebut saja Umar bin Khattab. Pada awalnya Ia sangat benci kepada umat muslim, bahkan ia sering memperlakukan umat muslim dengan kasar. Namun apa yang terjadi selanjutnya? Allah telah memberi Umar hidayah yang sangat berharga. Allah memberi Umar bin Khattab nikmat iman dan nikmat Islam.

Begitupun yang dialami oleh Yusuf Estes. Mubaligh yang awalnya seorang pendeta Kristen. Ia memeluk agama Islam karena ia mengetahui adanya kebenaran dalam Islam. Kemudian ia berusaha mencari dan membuktikannya hingga akhirnya ia menemukan bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” (Q.S Ali Imran: 19)

Yusuf Estes kemudian ditanya oleh seorang wanita Katolik tentang apa yang membuatnya berbalik mengimani Islam. Apakah dirinya tidak percaya pada messiah  (juru selamat) dan mengatakan bahwa Injil adalah palsu?

Yusuf mengatakan bahwa dulu dirinya pernah menanyakan hal yang sama pada seorang romo Katolik yang mualaf sebelum keimanan menyelimuti dirinya sendiri. Ia tidak habis pikir mengapa seorang romo Katolik yang rela menyerahkan seluruh hidup untuk agamanya, bahkan jika membantah perintah Paus dia rela dikeluarkan dari Katolik, dikucilkan dan masuk kedalam neraka yang abadi. Tapi mengapa ia malah berbalik menjadi Muslim yang notabene banyak dianggap sebagai agama teroris?

(Baca juga: Pertanyaan Sulit Seorang Atheis Tentang Allah Dijawab Dengan Sederhana dan Cerdas Oleh Dr Zakir Naik)

Ia menjelaskan bahwa dirinya diberikan jawaban dengan kata yang sangat indah yang kemudian menggugah dirinya untuk mempelajarinya sendiri. Yusuf menjelaskan bahwa siapapun, bahkan orang yang sangat membenci Islam jika mempelajari agama Islam – sepanjang tidak menyimpangkannya terlalu jauh – Ia akan melihat kebenaran dalam Islam. Itulah yang akhirnya membuat romo Katolik tersebut beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Yusuf mengatakan bahwa saat kita menyadari suatu kebenaran dan memang ingin menemukan kebenaran, orang akan berubah. Ia akan mencoba mencari dan terus mencari hingga benar-benar menemukan kebenaran sejati yang ternyata ada dalam agama Islam.

Dalam jawabannya, Yusuf juga memberikan fakta sederhana tentang diabaikannya secara terang-terangan sepuluh perintah Allah. Perintah pertama yang tertera dalam sepuluh perintah Allah adalah:

Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku” 

Yusuf menjelaskan bahwa perintah ini sama dengan perintah pertama bagi seorang muslim.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Selanjutnya perintah kedua yang disebutkan adalah tidak boleh membuat patung-patung yang berupa makhluk hidup.

 “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi”

Hal itu juga telah disebutkan dalam Injil pada ulangan 5. Namun saat Yusuf berkunjung ke gereja Katolik ia melihat ada ikan yang melambangkan fisher of man, kemudian di atap gereja ia terlihat ada burung merpati yang diparuhnya ada batang zaitun dan ia juga melihat ada patung manusia yang disalib. Yusuf berkesimpulan bahwa semuanya lengkap, yang dilarang dalam Injil semuanya ada.

Dengan melihat dua perintah dari sepuluh perintah Allah saja semuanya telah diabaikan. Kemudian dari mana asalnya istilah Tuhan itu lebih dari satu (Tuhan Bapa, Tuhan Ibu dan Roh Kudus)? Hal tersebut sungguh memiliki ketidak selarasan dengan sepuluh perintah Allah. Untuk lebih jelasnya silahkan simak video di atas.

Semoga hal ini bisa membuat kita lebih taat dan yakin terhadap agama yang lurus ini. Amin.

(Visited 8,759 times, 1 visits today)