Suami-Istri Baru Bertemu Setelah 20 Tahun Terpisah, Harus Kembali Terpisah Karena Tragedi Mina

3090 views Leave a comment
Suami-Istri Baru Bertemu Setelah 20 Tahun Terpisah, Harus Kembali Terpisah Karena Tragedi Mina

Dailymoslem – Tragedi Mina yang menewaskan hingga 700 orang lebih dan melukai hingga 800an orang itu telah menyisakan duka mendalam di hati umat Muslim seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah seorang jemaah asal Bangladesh yang harus kehilangan istrinya karena tragedi ini.

Seperti dilansir dari surat kabar Al-Hayat, Jum’at (25/09) Muhammad Bilal adalah seorang ayah tiga anak yang sudah 25 tahun tinggal di Arab Saudi untuk bekerja di sebuah toko pakaian di daerah Dahran Al-Janoub.

Selama 25 tahun tersebut, ia harus tinggal terpisah dari istri dan ketiga anaknya demi menafkahi mereka dan Bilal sudah 20 tahun tidak pulang ke Bangladesh dan bertemu anak istrinya. Selain menafkahi keluarga, Bilal juga terus menabung agar ia dan sang istri bisa sama-sama melakukan ibadah haji dan bertemu di tanah suci. Hingga sampailah mereka pada kesempatan untuk menunaikan ibadah haji bersama di musim haji tahun ini.

Kini, lelaki itu hanya terduduk di Rumah Sakit Mina Al-Jisr sambil sesekali menangis, ia menunggu kabar tentang istrinya yang harus terpisah dengannya di tengah kerumunan. Bilal melihat sendiri saat istrinya meregang nyawa setelah terdesak dan terinjak oleh para jema’ah lain. Namun, kondisi yang sangat penuh waktu itu membuat dirinya harus terpisah dari jasad istrinya. Bilal berharap ia bisa segera menemukan jasad istrinya di antara 700 jasad yang shahid karena tragedi Mina.

“Kami telah berpisah selama bertahun-tahun. Ketika dia akhirnya datang, aku kehilangan dia kembali dalam hitungan detik,” ucapnya lirih pada Al-Hayat.

Menurut cerita Bilal, ia dan istrinya baru saja selesai melakukan ritual lempar jumrah pada pukul 07.30 pagi. Dalam perjalanan pulang, mereka kemudian terjebak dalam lautan manusia yang saling berdesakan dan saling mendorong satu sama lain. Mereka terjatuh dan terhimpit di jalanan aspal yang panas dengan cuaca lebih dari 40 derajat celcius.

Di tengah kerumunan di Jalan Arab 204 tersebut, Bilal berhasil menyelamatkan diri dari kerumunan dengan berbagai luka bakar di kaki dan tangan, namun ia tak kuasa menyelamatkan istrinya yang terinjak-injak jamaah lain.

“Aku menangis. Tolong selamatkan istriku, tapi tidak ada seorang pun yang mendengarnya karena mereka juga masing-masing berusaha untuk menyelamatkan diri. Aku coba menarik tangannya tapi ia sudah tertimpa begitu banyak orang. Aku melihat matanya, menatap ke langit. Ia meninggal sebelum mengucapkan salam perpisahan kepadaku,” tuturnya.

Satu hal yang melegakan Bilal adalah karena istrinya meninggal secara shahid dalam ibadah haji dan juga akan dimakamkan di tanah paling suci bagi umat Muslim seluruh dunia.

(Visited 5,372 times, 1 visits today)