Shalat Tiga Waktu Dibenarkan Menurut NU?

1226 views

Dailymoslem – Ajakan shalat 3 waktu yang menyebar melalui stiker kecil beberapa waktu lalu di Jombang telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Nahdhlatul Ulama yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Di dalam stiker tersebut tertulis bahwa shalat 3 waktu yang dimaksudkan adalah dengan menjama’ beberapa waktu shalat, yaitu waktu shalat dzuhur dan ashar yang dilakukan di waktu dzuhur, dan shalat maghrib dan isya’ yang dilakukan di waktu maghrib.

Dalam salah satu artikel di situs www.nu.or.id berjudul Perihal Polemik Tiga Waktu disebutkan bahwa dalam Islam sendiri diperbolehkan untuk melakukan dua waktu shalat dalam satu waktu atau menjama’ dengan alasan-alasan tertentu.

Beberapa ulama juga memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini. Menurut Ulama Malikiyah, menjama’ shalat diperbolehkan apabila sedang bepergian, sakit, hujan atau kondisi jalan yang kotor dan gelap. Menurut Ulama Syafi’iyya, shalat jama’ diperbolehkan jika sedang bepergian, hujan dan saat haji di Arafah dan Muzdalifah. Menurut Ulama Hanabilah, shalat jama’ diperbolehkan ketika sedang bepergian jauh, sakit, menyusui dan tidak menemukan air dan debu untuk berwudhu. Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, shalat jama’ hanya diperbolehkan pada saat di Arafah dan Muzdalifah.

Berdasarkan data tersebut, dikatakan bahwa shalat tiga waktu dalam Islam memang diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Lalu bagaimana dengan shalat tiga waktu yang dianjurkan Ponpes Al-Urwatul Wutsqo?

(Visited 561 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]