Setelah Aksi Rush Money, Apa Yang Harusnya Dilakukan Dan Kemungkinan Yang Akan Terjadi?

676 views Leave a comment
Setelah Aksi Rush Money, Apa Yang Harusnya Dilakukan Dan Kemungkinan Yang Akan Terjadi?

Dailymoslem – Ajakan untuk mengambil tabungan di bank Nasional atau rush money sedang santer-santernya terdengar dan terlihat di lini masa. Habib Rizieq selaku pimpinan Front Pembela Islam (FPI) mengatakan, bahwa menyimpan uang di bank nasional dengan segala bentuk ribanya hanya akan menguntungkan segelintir pemodal kapitalis yang sejatinya merusak bangsa dan negara.

Rasanya, hati menjadi bimbang saat mendengar ajakan ini. Pertama, karena kita sudah terlalu lama berurusan dengan riba padahal Islam secara tegas melarang adanya tindakan tersebut dan itu jelas tertulis dalam Al-Quran.

Apalagi, aksi rush money yang digadang-gadang akan dilakukan pada Kamis (25/11) besok juga disinyalir dapat melumpuhkan kekuatan sembilan naga yang selama ini menjadi benteng tersangka penista agama, Basuki Tjahaja Purnama. Begitulah menurut Bang Lubis dalam status facebooknya.

Kedua, karena pendapat kubu penolak rush money. Mereka mengatakan bahwa aksi tersebut  dapat menimbulkan berbagai akibat buruk seperti mengganggu kestabilan bahkan meruntuhkan ekonomi sebuah negara. Tito Karnavian pun mengatakan bahwa rush money dapat meningkatkan angka kejahatan.

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pun menyindir bahwa rush money akan merugikan masyarakat tingkat bawah dan itu pastinya bertolak belakang dengan tujuan utama.

“Kalau merusak dan terutama merusak kepentingan masyarakat miskin, tentu sangat bertentangan erat dengan yang mereka (umat Islam) mau tuju kan?”

Sebenarnya jika kita baca status Bang Lubis hingga selesai, disana kita akan menemukan bahwa ajakan rush money hanya dilakukan pada bank-bank milik ‘sembilan naga’ saja. Menurutnya hal ini juga tidak  menciptakan inflasi karena uang yang ditarik akan di masukan pada lembaga perbankan milik negara dan perbankan yang berbasis syariah.

“Sebenarnya karena rush money ini ditujukan untuk melumpuhkan bank milik sembilan naga, ini akan menjadikan bank-bank pemerintah dan bank syariah mendapat limpahan dana yang besar.” Tulis akun Bang Lubis.

Sementara kubu yang pro tentunya sangat bersemangat untuk menarik uang mereka yang telah lama dikuasai oleh ‘sembilan naga’. Akhwat-akhwat yang dari foto profilnya sudah memperlihatkan kerudung panjang juga serta merta menunjukkan komentar positif akan hal ini.

Lebih jauh menanggapi hal ini, Mas Amirul Setiawan mengomentari tulisan Bang Lubis untuk tidak hanya memindahkan uang dari satu bank ke bank lain melainkan harus ada instrumen pengganti yang lebih baik dan terstruktur. Ia mengungkapkan hasil rush money bisa saja diolah menjadi aset tanah umat yang nantinya bisa dikelola untuk pemberdayaan umat.

Selain ide Mas Amirul ini, bisa juga uang tersebut di salurkan untuk berinvestasi di sektor riil. Bantu tumbuh kembang industri rumahan misalnya atau usaha kecil-kecilan seperti Mpok Yati yang berjualan pakaian melalui online. Bisalah kita berikan ia modal untuk beli kerudung ZOYA yang katanya sekarang turun harga menjadi Rp 59.000 saja.

Mpok Yati kan jadi bisa menjualnya dengan selisih harga yang masuk akal atau langsung saja menjadi dropshiper. Tidak me-mark-up besar-besaran seperti para kapitalis itu.  Karena sektor rill seperti Mpok Yati ini lah yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)