Semua Nasib Sudah Di Takdirkan, Lalu Kenapa Kita Masih Harus Berikhtiar?

2324 views

Dailymoslem  – Assalamualaikum Shaleh dan Shaleha! Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah yang Maha Perkasa. Sebagai muslim yang baik pastilah kita sudah yakin akan ketetapan Allah terhadap kita. Ya, nasib kita kedepannya sudah ditulis Allah dalam sebuah kitab yang diberi nama Lahul Mahfudz. Perkara rezki, perkara jodoh, kesenangan, kesulitan, sakit, anak, hingga kapan kita meninggal sudah Allah  tetapkan jauh-jauh hari sebelum kita lahir ke dunia ini.

Jika semua sudah ditakdirkan, lalu untuk apa kita berusaha? Toh meskipun kita berusaha, jika memang kita ditakdirkan untuk miskin ya akan tetap miskin.” Tak bisa dipungkiri pertanyaan tersebut mungkin pernah terbersit dalam benak banyak orang. Bisa jadi pikiran tersebutlah yang mendorong orang-orang tidak meyakini tentang qadha dan qadhar.

Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam, sebagai nabi utusan Allah. Dimana semua perbuatannya adalah tuntunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah menemui pertanyaan seperti itu. Lalu apa jawaban Rasulullah? Dalam hadits Muslim diriwayatkan ada sahabat nabi bertanya:

Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha?”

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam  bersabda:

Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara.”

Beliau melanjutkan,

Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara”

Kemudian Beliau membacakan ayat ini,

“Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.” (Q.S Al-Lail: 5-10)

(Shahih Muslim No. 4786)

Memang, takdir kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di muka bumi ini telah di tulis oleh Allah jauh sebelum kita lahir ke bumi. Takdir itu adalah yang terbaik, sekalipun kita melihat apa yang diperoleh adalah hal buruk, namun Allah Maha Mengetahui apa yang kita tidak ketahui.

Bisa saja selama ini kita menyukai sesuatu yang menurut kita baik padahal menurut Allah hal tersebut adalah buruk. Pengetahuan Allah lebih luas dibandingkan dengan manusia paling pintar sekalipun. Dan ingat, Allah tidak akan pernah merubah nasib sebuah kaum sebelum kaum tersebut berusaha merubahnya sendiri.

Allah telah memberikan takdir terbaik bagi kita. Tugas kita hanyalah mencoba mencari dari mana datangnya takdir tersebut. Yakinlah bahwa Allah bersama prasangka hamba-Nya.

(Visited 972 times, 1 visits today)