Ramadhan Adalah Bulan Paling Baik, Tapi Menikah Di Bulan Ramadhan Ternyata…

118 views Leave a comment
Ramadhan Adalah Bulan Paling Baik, Tapi Menikah Di Bulan Ramadhan Ternyata...

Dailymoslem – Menikah merupakan perjanjian agung yang mengikat seorang laki-laki dan perempuan dalam mahligai rumah tangga. Selain menjadi sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menikah pun benar-benar dapat mencegah manusia dari perbuatan dosa khususnya yang bersangkutan dengan zina. Dengan begitu, seseorang yang dianggap sudah mampu menikah makan dianjurkan untuk segera menikah.

(Baca juga: 5 Hal Yang Bisa Yakinkan Kamu Untuk Menjalani LDR Setelah Menikah)

Namun meskipun hal yang haram menjadi halal saat menikah, ada waktu-watu yang mengharuskan suami-istri untuk menahan keinginannya. Seperti halnya pada bulan puasa dimana seorang Muslim dituntut untuk menahan segala hawa nafsu dari terbitnya fajar hingga waktu tenggelamnya. Hawa nafsu yang dimaksud adalah lapar dan dahaga, amarah juga termasuk syahwat.

Jika begitu, apakah ada larangan untuk menikah di bulan Ramadhan?

Islam tidak mengenal tanggal baik atau tanggal buruk sehingga berakibat pada boleh atau tidaknya melakukan sesuatu. Dalam masalah muamalah, selama hal yang akan dilakukan merupakan sebuah kebaikan dan bermanfaat maka boleh dilakukan. Termasuk masalah penentuan tanggal pernikahan atau hajatan lainnya, karena dalam agama Islam seluruh hari adalah baik.

Pada pembahasan mengenai pernikahan bulan Ramadhan yang dilakukan oleh konsultasisyariah.com, dikatakan bahwa ada sebuah fatwa yang menjadi landasan diperbolehkannya menikah pada bulan Ramadhan. Isi fatwa tersebut adalah,

لا يكره الزواج في شهر رمضان؛ لعدم ورود ما يدل على ذلك

“Tidak dimakruhkan menikah di bulan Ramadhan, karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal itu” (Fatwa Lajnah Daimah, no. 8901)

Meski tidak ada larangan untuk menikah di bulan Ramadhan, ada  hal yang harus diperhatikan oleh pasangan yang memiliki niat menikah di bulan penuh barokah tersebut. Yaitu, mereka harus bisa memastikan untuk tidak membatalkan puasa karena masalah syahwat. Jika hal tersebut terjadi maka ada hukuman atau kafarat yang harus dilakukan seperti berpuasa dua bulan berturut-turut, memerdekakan budan atau memberi makan 60 fakir miskin. Hal ini sesuai dengan riawayat Abu Hurairah radhiyallahu anha, ia berkata,

“Suatu hari kami duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam lantas diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu wadah kurma kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.” (HR. Bukhari no. 1936 dan Muslim no. 1111).

Dengan demikian, menikah pada bulan Ramadhan memang sama sekali tidak dilarang agama namun pasangan harus benar-benar yakin dan siap untuk menjaga diri demi menghormati bulan Ramadhan.

Baca juga:

Pandangan Islam Terhadap Kewajiban Memberi Nafkah Kepada Orang Tua Setelah Menikah

7 Tanda Bahwa Kamu Memang Siap Menikah, Bukan Hanya Ingin

Nasihat Bagi Wanita Maupun Pria Yang Akan Menikah

(Visited 176 times, 1 visits today)