Ponpes Al-Urwatul Wutsqo Akui Sebarkan Stiker Ajakan Sholat 3 Waktu

1227 views

Dailymoslem – Beberapa waktu belakangan, ratusan stiker berukuran kecil yang berisi ajakan untuk melasanakan shalat 3 waktu menyebar di Jombang. Ajakan yang dinilai sesat ini langsung menghebohkan warga Jombang. Apalagi, ponpes yang mengakui telah menyebar stiker ini sebelumnya juga pernah menuai kontroversi setelah ketahuan menerapkan hukuman cambuk untuk para santrinya.

Dilansir dari detik.com, Qurrotu A’yun sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo membenarkan bahwa pihaknya yang menyebarkan stiker berisi ajakan untuk shalat 3 waktu tersebut. Menurutnya, ajakan tersebut ditujukan untuk pekerja seperti pedagang dan petani yang tidak memungkinkan untuk melakukan shalat 5 waktu, juga bagi umat muslim yang merasa keberatan untuk melaksanakan shalat 5 waktu.

“Kenapa pekerja, pedagang, petani? Ya mungkin karena kegiatan mereka tidak mungkin shalat dengan 5 waktu, atau bagi mereka yang mungkin masih berat untuk melaksanakan (shalat) 5 waktu itu,” ujarnya dalam wawancara pada Redaksi Trans 7.

Shalat 3 waktu yang dimaksud di dalam stiker tersebut adalah shalat subuh, shalat dzuhur yang dijama’ dengan shalat ashar dan shalat maghrib yang dijama’ dengan waktu isya. Menurutnya, umat muslim boleh melakukan shalat dengan cara dijama’ meski tidak sedang bepergian. Sedangkan jika kita bepergian, kita melakukannya dengan cara qasar.

Islam memang memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah, seperti tidak mewajibkan shalat dan puasa bagi orang tua atau perempuan yang sedang haid, hamil atau menyusui, juga salah satunya dengan penggabungan dan penyederhanaan sholat dengan jama’ dan qasar. Namun, kemudahan tersebut hendaknya kita lakukan saat kita benar-benar tidak dapat melakukannya.

Jika dalam pekerjaan atau kegiatan kita masih bisa membersihkan diri hanya dengan air wudhu dan ada tempat untuk melakukan shalat, alangkah baiknya jika kita melakukan shalat di waktunya masing-masing, dan terutama mendahulukan shalat beberapa saat setelah adzan berkumandang. Betapa sombongnya jika kita merasa keberatan untuk melaksanakan shalat 5 waktu, sementara rahmat dan nikmat yang Allah curahkan kepada kita tidak pernah bisa kita hitung jumlahnya meskipun menghabiskan sisa waktu hidup kita di dunia hanya untuk menghitungnya.

MUI Kabupaten Jombang telah mengumpulkan stiker yang telah tersebar sejak seminggu lalu ini setelah menerima pengaduan dari masyarakat. Pihak MUI rencananya akan segera meminta klarifikasi pihak yang menyebarkan stiker kontroversial ini.

(Visited 620 times, 1 visits today)