Para Ahli Katakan Makan Tiga Kali Sehari Merusak Kesehatan

930 views

Dailymoslem – Sudah menjadi kebiasaan umum bahwa makan tiga kali sehari adalah wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan.  Makan tiga kali sehari dipercayai bisa menjaga tubuh dari kekuarangan asupan makanan, dan menjadikan tubuh kuat untuk melakukan aktivitas yang padat. Makan tiga kali sehari tersebut dibagi menjadi tiga waktu yaitu sarapan (makan dipagi hari sebelum melakukan aktivitas), makan siang, dan makan malam.

Namun, sekarang para ahli malah memperingatkan bahwa makan tiga kali sehari dapat merusak kesehatan. Dan mereka menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa makan tiga kali sehari bermanfaat untuk kesehatan. Dilansir dari dailymail makan tiga kali sehari dengan pembagian waktu seperti itu sebenarnya adalah kebiasaan orang-orang Eropa pada zaman dahulu dan diberlakukan oleh penduduk asli Amerika.

Dalam bukunya yang berjudul Three Squares: The Invention of the American Meal,  Abigail Carroll seorang sejarawan mengatakan “masyarakat makan pada waktu yang ketat, dan menganggpanya sebagai sesuatu yang lebih beradab dari pada penduduk asli yang memiliki pola makan lebih bervariasi dan disesuaikan dengan musim, termasuk melakukan puasa”

Makan tiga kali sehari hanya sebuah permainan kata dalam sejarah yang digembar-gemborkan sebagai sesuatu yang menyehatkan. Padahal sebenarnya tidak ada hal yang bisa membuktikan bahwa makan tiga kali dapat menjadikan seseorang lebih sehat.

Dalam jurnal yang berjudul Cell Metabolism menyebutkan bahwa sesorang yang makan dalam jendela waktu delapan jam dapat membantunya untuk mengurangi berat badan. Senada dengan jurnal Cell Metabolism, jurnal yang dipublikasikan pada tahun 2010 dengan judul British of Nutrition tidak menemukan perbedaan dalam hitungan kalori dari orang yang makan besar tiga kali sehari dan makan enam kali sehari dengan porsi yang lebih kecil.

Sebelumnya, masyarakat Eropa menyatakan bahwa puasa adalah hal yang tidak beradab. Namun, sekarang semuanya berbalik. Para ahli malah mengatakan bahwa melakukan puasa untuk beberapa hari dalam sebulan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Berpuasa selama dua sampai empat kali dalam sebulan membuat tubuh lebih lihai untuk melakukan pertahanan. Tubuh memakai cadangan lemak dan gula serta meregenerasi sel lama. Hal ini dapat menyebabkann seluruh sistem kekebalan tubuh diperbaharui dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap infeksi dan penyakit.

Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa apapun perintah Allah adalah untuk kebaikan setiap makhluknya. Allah lah sebaik-baiknya perencana, dan tidak ada sekutu baginya.

 

 

 

 

(Visited 441 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]