MUI: Shalawat Fulu Ajaran Dimas Kanjeng Musyrik

676 views Leave a comment
MUI: Shalawat Fulu Ajaran Dimas Kanjeng Musyrik

DailymoslemMengaku memiliki kemampuan untuk menggandakan uang, Taat Pribadi muncul sebagai sosok yang fenomenal. Video yang memperlihatkan dirinya sedang merogoh uang dari dalam karung yang seolah tak habis-habis pun langsung menjadi viral di media sosial.

Banyak orang yang kemudian percaya dan menjadi pengikut setianya. Bahkan pria berumur 46 tahun ini pun membuka padepokan yang diikuti ribuan orang mulai dari masyarakat biasa hingga tokoh nasional. Salah satunya adalah Marwah Daud Ibrahim, salah satu anggota Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Sejumlah kejanggalan sangat terlihat dari praktik penggandaan uang yang dilakukan oleh Taat Pribadi. Mulai dari mahar milyaran rupiah hingga ajian-ajian yang berkedok agama.

Melihat hal ini, Majelis Ulama Indonesia, Jawa Timur membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan mengenai ajaran yang disebarkan dipadepokan tersebut. Hasilnya, MUI menemukan selebaran berisi 20 bacaan yang diajarkan dan salah satunya bernama shalawat fulus.

Yang kami temukan di padepokan Dimas Kanjeng, ada selebaran yang isinya ada 20 item yang diajarkan. Salah satunya salawat ‘Fulus’ itu yang berada pada urutan ke 16. Nah, itu yang kami kaji saat ini,” sebut Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori seperti dikutip dari detik.com.

“Jika diartikan atas bacaan Salawat ‘Fulus’ itu begini, ya Allah beri rahmat kepada Nabi Muhammad dengan salawat dan rahmat yang bisa melipat gandakan harta, uang, pakaian, makanan dengan nafas yang dihembuskan diantara mereka kembali. Tapi ini kami masih kaji, kenapa harus ada bacaan seperti ini,” lanjut KH Abdusshomad.

Menurut Abdusshomad, shalawat yang diajarkan tidak sesuai dengan tata bahasa Arab yang baik dan benar. Slain itu ajaran ini dinilai musyrik dan mengotori ajaran Islam yang sebenarnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)