Mengapa Harus Ada Putaran Kedua Dalam Pilkada?

3172 views Leave a comment
Mengapa Harus Ada Putaran Kedua Dalam Pilkada?

Dailymoslem – Gelaran Pilkada di beberapa daerah Indonesia telah dilakukan pada Rabu (15/2) kemarin. Ada 7 Provinsi dan 18 kota yang melaksanakan Pilkada 2017, termasuk Ibu Kota Negara Indonesia, DKI Jakarta.

Sensitifitas Pilkada 2017 di DKI Jakarta memang menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Selain karena merupakan Ibu Kota Negara, kasus Calon Petahana yang menista Agama pun membuat hawa Pilkada DKI Jakarta lebih panas. Sejumlah artis dan tokoh juga terseret arus fitnah memitnah lantaran terang-terangan menunjukkan dukungan.

Meski telah dilaksanakan kemarin, ternyata masyarakat Jakarta masih belum mendapatkan kepastian siapa calon yang akan menjadi pemimpinnya untuk lima tahun mendatang.Hal ini dikarenakan dari hasil quick count terlihat bahwa belum ada pasangan calon yang menembus angka 50%, sedangkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 ayat 2 disebutkan jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan putaran kedua.

Pasal 36

(1) Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

(2) Dalam hal tidak terdapat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen), diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Kemudian, untuk tahapan penyelenggaraan putaran kedua, ada 4 tahapan yang akan dijalani oleh paslon.

(3) Tahapan pemilihan putaran kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup

a. Pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan pemilihan

b. Kampanye dalam bentuk penajaman visi, misi, dan program pasangan calon.

c. Pemungutan dan penghitungan suara

d. Rekapitulasi hasil perolehan suara

Dalam hal Pilgub DKI Jakarta berlangsung dua putaran, begini tahapan selanjutnya yang dikutip detikcom dari jadwal KPU DKI Jakarta:

1. Penetapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 4 Maret 2017

2. Rekapitulasi daftar pemilih 5 Maret-19 April 2017

3. Sosialisasi 4 Maret-15 April 2017

4. Masa tenang dan pembersihan alat peraga 16 April-18 April 2017

5. Pemungutan dan penghitungan suara 19 April 2017

6. Rekapitulasi suara 20 April sampai 1 Mei 2017

7. Penetapan Pasangan Calon tanpa sengketa 5 Mei sampai 6 Mei 2017

8. Sengketa hasil (mengikuti jadwal MK)

9. Penetapan paslon terpilih pasca putusan MK (paling lama 3 hari setelah putusan MK).

Hasil Quick Count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey memang menunjukkan tidak ada pasangan calon yang mengantongin 50% suara, meskipun dat ayang masuk sudah diatas 95%. Berikut hasil Quick Count dari lima lembaga survey.

Litbang Kompas
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 17,37 persen
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 42,87 persen
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,76 persen

Cyrus Network
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 17 persen
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,9 persen
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,2 persen

PolMark Indonesia
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 19,1 persen
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 41,2 persen
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,7 persen

LSI
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,9 persen
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,2 persen
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,9 persen

SMRC
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,7 persen
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,1 persen
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 40,2 persen

(Sumber Foto: KPUDMusirawas.com)Mengapa Harus Ada Putaran Kedua Dalam Pilkada?
(Visited 1 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]