Menderita Penyakit Langka, Remaja Ini Alergi Pada Air

883 views

Dailymoslem – Seorang remaja putri berusia 17 tahun asal Utah, Amerika Serikat, menderita alergi yang menyebabkan gatal-gatal jika kulit terkena air, bahkan air keringatnya sendiri.

Seperti dilansir dailymail.co.uk, Alexandra Allen didiagnosis mengalami alergi pada air sejak dirinya berusia 15 tahun. Pada saat itu, Alexandra yang sedang berwisata di Flaming Gorge dilarikan ke rumah sakit karena kulitnya terluka hingga berdarah pada saat dirinya sedang berendam di air panas.

Diagnosis akan penyakitnya memakan waktu beberapa lama sebelum akhirnya dokter menemukan fakta bahwa Alexandra mengalami alergi air atau Aquagenic Urticaria, penyakit langka yang hanya diderita oleh 35 orang di seluruh dunia.

Alexandra harus meminimalisir sebisa mungkin kontak dengan air. Ia harus mandi secepat mungkin dengan air yang sedingin mungkin untuk menghindari iritasi pada kulit, sebisa mungkin tidak kehujanan, tetap berada di suhu ruangan yang dingin dan berolahraga di suhu ruangan yang dingin agar tidak mengeluarkan terlalu banyak keringat.

Penyakit ini akan terus bertambah parah seiring dengan pertambahan usia penderitanya. Sayangnya, tidak ada pengobatan yang terbukti dapat menyembuhkan penyakit ini. Hanya saja, dokter menyarankan penderitanya untuk sebisa mungkin menghindari kontak dengan air.

“Bukan hanya menyakitkan di kulit, penyakit ini juga menyakitkan secara emosional,” ujar Alexandra, “Rasanya sangat gatal tapi tidak boleh digaruk karena akan membuatnya terasa semakin panas bahkan hingga berdarah.

allergic

Namun, Alexandra cukup tangguh untuk menghadapi penyakitnya ini, ia masih berasa beruntung dengan penyakit yang masih bisa ia atasi.

“Saya rasa saya masih beruntung, jika dibandingkan dengan penyakit lain yang lebih parah. Setidaknya penyakit ini masih bisa saya atasi,” ujarnya.

 

adalah penyakit langka yang belum ditemukan obatnya.

Penderita mengalami alergi terhadap air

Setelah kontak dengan air –baik itu darah, keringat atau air mata- penderita akan merasakan sakit dan gatal di area kulit yang terkena air.

Gatal dan panas bisa terjadi selama sepuluh menit sampai dengan satu jam setengah.

Penyakit ini sangat langka dan hanya diderita sekitar 35 orang di seluruh dunia.

Belum ada pengobatan yang terbukti bisa menyembuhkan penyakit ini, tapi dokter menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari kontak dengan air.

 

another content tab

(Visited 377 times, 1 visits today)