Masjid Di Inggris Ini Laksanakan Shalat Jum’at Dua Kali Seminggu

130 views Leave a comment
Masjid Di Inggris Ini Laksanakan Shalat Jum'at Dua Kali Seminggu

Dailymoslem – Di Indonesia, masjid-masjid di berbagai tempat melaksanakan shalat Jum’at satu kali setiap minggunya, yaitu sekitar pukul 12 hingga pukul 1 siang.

Beda dengan masjid Abu Bakr di Inggris ini yang melaksanakan shalat Jum’at dua kali dalam seminggu.

Apa pasal?

Rupanya karena banyaknya jemaah sehingga masjid tidak dapat menampung seluruhnya dalam sekali shalat Jum’at. Selain itu, waktu istirahat kantor yang berbeda di beberapa perkantoran yang membuat para karyawan menyesuaikan jadwal shalat Jum’atnya dengan jadwal istirahat kantor.

Jadi, masjid Abu Bakr ini bukan melaksanakan shalat Jum’at di dua hari yang berbeda dalam seminggu, melainkan di hari yang sama, yaitu di hari Jum’at dengan jadwal yang berbeda, tapi tetap di waktu dzuhur.

Di Inggris, Islam memang agama minoritas sehingga tidak mudah menemukan masjid dalam jarak yang dekat. Berbeda dengan masjid di Indonesia yang mungkin ada di setiap jarak 100 meter. Masjid Abu Bakr yang merupakan masjid tertua di Inggris ini berusia lebih dari 40 tahun dengan lantai bawah yang digunakan untuk jamaah laki-laki dan lantai atas untuk jamaah perempuan.

“Gedung masjid ini merupakan wakaf dari salah satu bangsawan Arab Saudi kepada pihak pengurus masjid,” ujar Muhammed Pervaiz Malik, salah satu pengurus masjid ini, dilansir dari halhalal.com.

Masyarakat Inggris juga ternyata memiliki antusiasme yang cukup tinggi untuk mempelajaari agama Islam. Di hari Sabtu dan Minggu, Masjid Abu Bakr menerima banyak kunjungan dari para peneliti kajian agama, sekolah-sekolah dan juga masyarakat umum yang sengaja datang untuk mempelajaari agama Islam.

Dalam seminggu, setidaknya satu warga Cambridge mengucap syahadat dan menjadi mualaf di mesjid ini. Di tengah berbagai pegolakan agama yang menyudutkan Islam, para mualaf Cambridge ini beranggapan bahwa Islam adalah agama yang sangat toleran.

Bahkan ketika ditanya tentang pengaruh peristiwa bom Paris yang terjadi beberapa hari lalu terhadap komunitas Muslim di kota Cambridge, Muhammed Pervais Malik mengatakan, sejauh ini tidak ada pengaruh yang signifikan, seperi dilansir dari Republika. Hal tersebut karena warga Cambridge tergolong well educated dan tidak terpengaruh dengan propoganda negatif tentang agama Islam.

(Visited 165 times, 1 visits today)