Luar Biasa, Polisi Ini Gunakan Al-Quran Untuk Pecahkan Korban Pembunuhan Tak Beridentitas

776 views

Dailymoslem – Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Kitab Suci bernama Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Al-Quran ini menjadi satu-satunya mukjizat nabi yang masih bisa kita lihat dan rasakan manfaatnya hingga sekarang. Dan percaya atau tidak, Al-Quran itu adalah petunjuk yang nyata bagi kehidupan kita.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah, Aiptu Wazir Arwani Malik mampu mengaplikasikan Al-Quran sebagai petunjuk dalam dunia forensik dan olah TKP korban pembunuhan.

aiptu wazir

Menurutnya pendekatan teologis dalam hal autopsi sangat membantu dalam memecahkan persoalan forensik yang sulit dipecahkan. Pria yang besar di keluarga santri ini mengaku mengaplikasikan ayat ke-12 dalam Surat Yasin yang artinya,

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang merka kerjakan dan bekas-bekas yang merka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfudz).” (Q.S Yasin:12)

Ia yakin bahwa setiap perbuatan manusia pasti meninggalkan jejak dan jejak itulah yang akan menjadi bukti di peradilan. Jejak atau bukti-bukti yang ditemukan sebenarnya bisa berbicara, misalnya tetesan darah, potongan tubuh atau bahkan sehelai rambut pun bisa menjadi saksi kunci. Dengan bantuan teknologi, kita bisa menyelidiki DNA nya. Bahkan pisau atau ponsel yang ditinggalkan, semuanya bisa berbicara.

Ilmu forensik itu sudah dibahas dalam Al-quran sejak 1.400 tahun lalu. Dalam Surat Yasin termaktub, apa yang pernah menjadi perbuatan manusia pasti meningalkan jejak. Itu menjadi pedoman saya.” Jelasnya seperti dilansir dari viva.

Aiptu Wazir pun tak jarang mendoakan jasad korban, meski baru hanya baru ditemukan beberapa bagian tubuh saja. Ia menambahkan, doa tersebut bukan untuk mendapat jawaban dari hal-hal yang musyrik tapi memang mendoakan agar korban diampuni segala dosanya dan diterima disisi Allah, sehingga Allah memberikan kemudahan untuk menyelesaikan kasusnya.

Ia pun mengungkap bahwa petunjuk yang datang sangatlah bervariatif. Informasi awal bisa saja diperoleh dari tempat kejadian perkara. Misalnya barang yang tertinggal, alat yang dipakai untuk membunuh dan lain sebagainya. Dari situlah polisi bisa menggali dan mengungkap perkara.

 

 

 

(Visited 572 times, 1 visits today)